Polri Naikkan Porsi Tilang Manual Jadi 30 Persen di Operasi Patuh
Korlantas Polri akan meningkatkan porsi penegakan hukum melalui tilang manual menjadi 30 persen dalam Operasi Patuh yang digelar dalam waktu dekat.
Langkah ini merupakan penyesuaian strategi kepolisian dalam menindak pelanggar lalu lintas di jalan raya.
>>> Changan Luncurkan Deepal S05 REEV untuk Percepat Elektrifikasi di Indonesia
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa saat ini penegakan hukum berbasis ETLE mendominasi sebesar 95 persen, sedangkan tilang manual hanya lima persen.
Meskipun sistem elektronik tetap diutamakan, porsi penindakan manual sengaja ditingkatkan khusus untuk operasi keselamatan ini.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyesuaian porsi tersebut tidak akan mengubah pendekatan persuasif yang sudah berjalan.
"Operasi Patuh yang akan dilakukan satu-dua minggu lagi kami akan ubah. Preemtif tetap, preventif tetap, edukatif tetap, humanis tetap.
Tetapi penegakan hukum, saya beri porsi untuk nilang 30 persen," terang Agus.
>>> Gunther Werks Speedster Blue Phoenix Dilelang di Monterey
Peningkatan kuantitas tilang manual diiringi instruksi tegas kepada seluruh personel di lapangan agar tidak menyalahgunakan wewenang.
Prinsip transparansi, kepastian hukum, kesetaraan di depan hukum, dan asas praduga tak bersalah menjadi poin utama yang harus dijaga dalam setiap penindakan.
Kakorlantas juga mengingatkan jajarannya agar mengedepankan keadilan dalam penegakan hukum pidana maupun pelanggaran lalu lintas sesuai regulasi terbaru.
Polisi diminta menjadi mitra yang baik bagi masyarakat pengguna jalan guna menghindari praktik transaksional.
"Semangat KUHAP dan KUHP tahun ini bukan memenjarakan orang, tetapi memastikan rasa keadilan itu bisa diterima di tengah masyarakat.
>>> Xpeng Indonesia Siapkan Mobil Listrik Baru untuk GIIAS 2026
Jadilah sahabat masyarakat. Saya tidak mau penegakan hukum yang salah, disalahgunakan, apalagi ada transaksional dalam tilang," pungkas Agus.
Update Terbaru
Update AI Global 9 Juli 2026: GPT-5.6 Resmi Publik, SK Hynix $28M, Claude Fable 5 Pulih
Kamis / 09-07-2026, 20:09 WIB
Cara Backup HP Android dan iPhone agar Data Aman
Kamis / 09-07-2026, 20:09 WIB
Kepala Wasit FIFA Collina Bantah Tuduhan Mesir soal Pengaturan Laga Argentina
Kamis / 09-07-2026, 20:08 WIB
Menperin Agus Gumiwang Bawa Industri Kimia RI Tembus Pasar Eurasia
Kamis / 09-07-2026, 20:08 WIB
Barang Sehari-hari yang Tak Lagi Saya Bawa Setelah Pakai Google Pixel
Kamis / 09-07-2026, 20:08 WIB
Setelah Bertahun-Tahun Pakai NotebookLM, Saya Baru Tahu Fitur yang Bikinnya Tak Tergantikan
Kamis / 09-07-2026, 20:07 WIB
Menlu Sugiono Terbang ke Iran Malam Ini, Temui Menlu Araghchi
Kamis / 09-07-2026, 20:07 WIB
Hashim: AS hingga Inggris Antre Masuk Pasar Karbon RI
Kamis / 09-07-2026, 20:07 WIB
Prabowo: Pemimpin yang Berbohong kepada Rakyat Berdosa
Kamis / 09-07-2026, 20:07 WIB
Ormas Islam Bekasi Demo Tolak Revisi Perda Hiburan Malam
Kamis / 09-07-2026, 20:07 WIB
Inggris vs Norwegia: Morgan Rogers Desak Putus Suplai Bola ke Haaland
Kamis / 09-07-2026, 20:04 WIB
Wamensos: Tahapan Percepatan Sekolah Rakyat Tetap Sesuai Aturan
Kamis / 09-07-2026, 20:04 WIB
200 Ribu Kondom Palsu Asal China Beredar di Eropa, Begini Bahayanya
Kamis / 09-07-2026, 20:03 WIB
Prancis vs Maroko: Duel Pasca-Kolonial di Perempat Final Piala Dunia 2026
Kamis / 09-07-2026, 20:01 WIB







