Saya sudah menggunakan NotebookLM selama bertahun-tahun.

Awalnya, saya mengandalkannya untuk memahami riset dengan cepat, terutama saat mempelajari topik baru seperti prosesor smartphone atau perubahan model AI.

>>> Menlu Sugiono Terbang ke Iran Malam Ini, Temui Menlu Araghchi

Belakangan, saya juga memakainya untuk belajar latar belakang cara kerja AI.

Salah satu fitur favorit saya adalah Audio Overviews, yang mengubah ratusan jam membaca menjadi sesuatu yang bisa didengarkan sambil mengerjakan pekerjaan rumah.

Podcast personal untuk belajar — apa yang tidak disukai?

Namun, setelah memakai NotebookLM cukup lama, saya sadar bahwa Audio Overviews hanyalah salah satu dari banyak fitur yang membuat alat ini istimewa.

Fitur yang terus membuat saya kembali ke platform ini justru yang jarang dibahas.

Antara source-grounded chats dan Mind Maps, dua fitur inilah yang lebih saya andalkan daripada Audio Overviews.

Source-Grounded Chats Membuat NotebookLM Tak Tergantikan

Saya menghabiskan sebagian besar hari membaca pembaruan GitHub, pengumuman produk, dan materi riset sebelum menulis.

Mengumpulkan informasi bukanlah tantangan besar, tetapi memahami puluhan sumber tanpa kehilangan jejak tentu sulit.

Masalah spesifik itulah yang dipecahkan NotebookLM. Saya memiliki berbagai notebook berdasarkan topik yang sedang diteliti.

Ketika menemukan sesuatu yang menarik, saya menambahkannya ke notebook yang sesuai.

Namun, ketika ada ratusan sumber dalam satu notebook, mudah kehilangan jejak asal informasi. NotebookLM menyelesaikan masalah dasar ini dengan indah.

Jika saya bertanya sesuatu yang umum, saya tahu akan mendapat jawaban yang andal karena sepenuhnya berdasarkan dokumen dan tautan riset yang saya bagikan.

NotebookLM bisa menunjuk ke bagian persis dalam riset yang mendukung jawaban, bukan memberi jawaban generik atau halusinasi.