Menteri Pertahanan baru Inggris, Wes Streeting, tetap pada pendiriannya bahwa Israel melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza.

Pernyataan itu ia sampaikan sebelum menjabat sebagai menteri pertahanan. Kini, ia menegaskan tidak akan mengubah sikapnya meski sudah menjadi pejabat tinggi.

>>> Prabowo Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia Hari Ini

Berbicara di Pameran Dirgantara Internasional Farnborough, Streeting mengatakan Israel harus dinilai dengan standar yang sama seperti Inggris dan sekutu lainnya.

Ia juga menekankan bahwa Israel tetap memiliki hak untuk membela diri.

"Saya telah menyatakan dengan sangat jelas kekhawatiran saya tentang tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat. Komentar saya ada di sana.

Komentar tersebut telah dipublikasikan. Komentar tersebut tercatat.

Saya tidak akan berpura-pura bahwa saya tidak membuat komentar-komentar tersebut," kata Streeting.

>>> Enzo Fernandez Bertekad Bela Argentina Usai Kalah di Final Piala Dunia 2026

Dalam pesan sebelumnya, Streeting menuduh pemerintah Israel menggunakan bahasa pembersihan etnis dan berperilaku seperti "negara nakal."

Ia menambahkan bahwa menjadi teman Israel bukan berarti menghindari kritik.

"Tetapi saya juga menuntut Israel, sebagai teman dan sekutu, untuk memenuhi standar yang sama seperti yang kita terapkan pada diri kita sendiri.

Itulah standar yang seharusnya diterapkan pada Israel.

Itulah standar yang menurut saya, dan saya khawatir, telah gagal mereka penuhi," ujar Streeting dikutip dari Middle East Monitor.

>>> Bahaya Duduk Sambil Menyilangkan Kaki, Tak Hanya Nyeri Otot

Streeting diangkat menjadi Menteri Pertahanan setelah Andy Burnham terpilih sebagai Perdana Menteri Inggris dari Partai Buruh menggantikan Keir Starmer yang mundur.