Yang lebih dibutuhkan adalah kehadiran orang tua, bukan sekadar menyaring tontonan. Orang tua perlu jeli melihat kebutuhan dasar anak, termasuk kebutuhan akan kehadiran dan kenyamanan.

Kehadiran orang tua dan waktu berkumpul keluarga menjadi kunci agar karakter anak terbentuk dari didikan, bukan dari algoritma.

Charyna menyarankan tiga hal: ciptakan ekosistem empati, jadilah role model, dan tetapkan zona bebas gawai seperti saat makan malam bersama.

Dengan ekosistem empati, anak merasa nyaman menceritakan konten yang dilihat. Orang tua bisa meminta anak berhenti mengonsumsi konten berbahaya dengan argumen kuat.

>>> Beda Kejaksaan dan Polri, dari Tugas hingga Wewenangnya

Makan malam tanpa distraksi, misalnya, bisa mempererat ikatan keluarga. Ikatan kuat menjadi tameng terdepan mencegah efek buruk platform digital.