Generasi yang lahir di era digital tidak bisa dipisahkan dari dunia digital. Orang tua kerap khawatir dan bertanya kapan waktu yang tepat mengenalkan anak pada media sosial.

Psikolog klinis anak Nisfie M. Hoesein mengingatkan bahwa justru orang tua yang harus bersiap.

>>> Samsung Bekali Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra dengan Pelindung Layar Lebih Kuat

Dunia digital akan menjadi 'makanan sehari-hari' anak, sehingga pola pikir orang tua perlu diubah.

Menurut Nisfie, gadget dan media sosial sebaiknya tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang berbahaya. Orang tua perlu mengarah pada literasi digital agar anak siap memanfaatkannya sebagai media pembelajaran.

Pendampingan Kunci Utama

Nisfie menegaskan bahwa gadget dan pendampingan adalah satu paket. Memberikan gadget tanpa pendampingan berbahaya di usia berapa pun.

Ia mengibaratkan pendampingan seperti cockpit pesawat. Anak sebagai pilot, orang tua sebagai co-pilot yang menavigasi dan mengarahkan.

Orang tua dapat mengarahkan konten apa yang boleh diakses, meminta anak menceritakan ulang isi tontonan, atau menanyakan pengalaman saat mengakses situs tertentu.

>>> AS Ultimatum Iran: Setiap Kapal Diserang, Jembatan dan Pembangkit Listrik Jadi Sasaran

Pendampingan disesuaikan dengan usia. Pada usia 2-5 tahun, pendampingan fisik mutlak diperlukan.

Di atas 8 tahun, orang tua mulai memberikan kepercayaan tanpa harus selalu hadir secara fisik.

Bahaya Tanpa Pendampingan

Tanpa pendampingan, anak berisiko mengalami gangguan perkembangan sosial, empati rendah, kurangnya resiliensi, hingga masalah fisik seperti obesitas.

Nisfie menekankan bahwa algoritma digital bisa memunculkan konten tidak sesuai usia.

>>> Sudaryono: Percayalah pada Sistem, yang Tadinya Gelap Harus Jadi Terang

Namun dengan pendampingan sejak dini, anak akan mampu menavigasi situasi dan merasa tidak nyaman jika menemukan konten yang tidak pantas.