Aturan tersebut bisa meliputi waktu yang diperbolehkan bermain gadget, batas durasi penggunaan setiap hari, area bebas gadget seperti kamar tidur dan meja makan, aturan keamanan dan privasi di internet, serta keseimbangan antara waktu bermain ponsel dengan aktivitas fisik.

Aturan tidak perlu terlalu kaku.

Anak mungkin sesekali melanggar, tetapi orang tua perlu memberikan konsekuensi yang masuk akal dan penghargaan ketika anak mampu mengikuti aturan.

2. Jangan takut membiarkan anak merasa bosan.

>>> Kontroversi Enam Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Banyak orang tua langsung memberikan gadget saat anak mulai bosan. Padahal, rasa bosan dapat memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak.

Saat merasa bosan, anak cenderung mengembangkan imajinasi, menemukan ide-ide baru, dan belajar mencari hiburan sendiri tanpa bergantung pada gadget.

Dari momen inilah kreativitas anak dapat berkembang.

3. Jadilah contoh yang baik.

Anak belajar dari kebiasaan orang tuanya. Bila orang tua terlalu sering bermain ponsel, anak akan menganggap hal tersebut wajar.

Beberapa contoh penggunaan gadget yang sehat di rumah misalnya tidak bermain ponsel saat makan bersama, menyimpan gadget ketika berbicara dengan anak, dan menetapkan waktu bebas layar untuk seluruh anggota keluarga.

4. Dorong anak memiliki aktivitas di luar layar.

Banyak anak yang kecanduan gadget mengaku tidak memiliki kegiatan lain selain bermain gim atau menonton video. Orang tua perlu mengenalkan berbagai aktivitas menyenangkan di luar layar.

Contoh aktivitas fisik yang bermanfaat bagi anak antara lain berolahraga, bermain di luar rumah bersama teman, menggambar atau mewarnai, membaca buku, dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

5. Kurangi penggunaan gadget secara bertahap.

Sebagian orang tua memilih melarang anak menggunakan gadget secara mendadak. Cara ini justru sering menimbulkan penolakan dan membuat anak semakin sulit lepas dari perangkat digital.

Pendekatan yang lebih efektif adalah mengurangi waktu layar secara perlahan. Misalnya, dimulai dengan mengurangi durasi bermain gadget setiap minggu sembari menambah aktivitas anak di luar rumah.

Dalam beberapa kondisi, penghentian sementara memang diperlukan agar anak dapat beristirahat dari paparan layar.

Setelah itu, penggunaan gadget dapat diperkenalkan kembali dengan batasan yang sehat dan sesuai usia anak.

>>> AS Restui Saudi soal Pengayaan Uranium, Bisakah Jadi Senjata Nuklir?

Itulah beberapa cara membuat anak tidak kecanduan gadget. Orang tua bisa memulainya dari cara yang paling sederhana, yakni memberikan contoh yang baik pada si kecil.