>>> Spesifikasi Kheibar Shekan, Rudal Iran yang Dipakai Bombardir Pangkalan AS

Ia menerangkan dana tambahan juga diperlukan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan dan memberikan ruang lebih luas bagi siswa mengembangkan potensi melalui kegiatan nonakademik.

Yomanius menyebutkan bahwa dengan dukungan anggaran yang memadai, siswa akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berprestasi di berbagai kompetisi.

Ia juga menyoroti kualitas lulusan SMA di Indonesia yang dinilai setara dengan lulusan SMP di Filipina, serta kesulitan bersaing menembus perguruan tinggi ternama.

Sikap Gubernur Berbeda

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki pandangan berbeda. KDM, sapaan akrabnya, menyatakan belum saatnya sekolah kembali memungut SPP dari masyarakat.

Menurut dia, sebelum membahas SPP, seluruh sekolah harus lebih dulu mampu mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara optimal.

"Kita harus melakukan pengkajian secara mendalam.

Nanti kalau gubernur mengaktifkan SPP nanti opininya beda lagi, gubernur tidak memprioritaskan pendidikan," kata KDM, Rabu (15/7).

KDM menambahkan dirinya telah berkeliling ke berbagai SMA di Jawa Barat dan menemukan bahwa kualitas sekolah tidak semata ditentukan besarnya anggaran, melainkan juga kemampuan manajemen sekolah dalam memanfaatkan dana BOS.

Ia mencontohkan SMA Negeri 1 Depok yang mampu mengelola dana BOS dengan baik sehingga sekolahnya rapi, sementara sekolah lain dengan dana BOS justru berantakan.

Oleh karena itu, KDM menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh sekolah mampu mengelola dana BOS secara efektif sebelum mempertimbangkan pemberlakuan kembali SPP.

>>> Bisakah Messi Menang Ballon d'Or 2026? Ini Peluangnya

Apabila masih terdapat kekurangan, terutama terkait sarana dan prasarana, KDM memastikan Pemprov Jabar akan turun tangan membantu melalui anggaran provinsi.