Iran kembali melancarkan serangan rudal ke pangkalan udara Amerika Serikat di Azraq, Yordania, pada Kamis (16/7) dini hari WIB.

Serangan itu menggunakan rudal balistik Kheibar Shekan.

>>> Bisakah Messi Menang Ballon d'Or 2026? Ini Peluangnya

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan serangan tersebut sebagai balasan atas aksi AS yang memaksa evakuasi anak penderita kanker di Ahvaz dan serangan AS pada Maret lalu yang menewaskan 168 anak di sebuah sekolah di Minab.

Dalam pernyataan yang ditujukan kepada rakyat Yordania, IRGC mengatakan pasukannya menargetkan landasan penyimpanan jet tempur AS dan pusat komando kendali Amerika di pangkalan Al-Azraq.

IRGC juga mendesak warga Yordania untuk tidak membiarkan tanah mereka digunakan dalam kejahatan terhadap anak-anak.

Spesifikasi Rudal Kheibar Shekan

Kheibar Shekan adalah rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat generasi ketiga buatan Iran. Rudal sepanjang 11,4 meter ini pertama kali diperkenalkan pada 2022.

Rudal ini memiliki daya jelajah hingga 1.450 kilometer. Berkat sistem pemandu satelit dan hulu ledak yang dapat bermanuver, Kheibar Shekan memiliki akurasi sangat tinggi.

>>> 5 Shio Paling Pintar Cari Uang: Tikus, Naga, Kerbau, Ular, Babi

Keunggulan utama rudal ini terletak pada fleksibilitasnya.

Ukurannya yang ringkas memungkinkan Kheibar Shekan ditembakkan dari berbagai peluncur, termasuk kendaraan komersial biasa seperti truk sipil, sehingga sulit dideteksi.

Hulu ledak rudal ini berbobot sekitar 550 kilogram dengan daya ledak tinggi.

Kecepatannya mencapai Mach 2 hingga Mach 3 saat mendekati target, membuatnya sulit dicegat bahkan oleh sistem pertahanan Patriot atau David's Sling.

Rudal ini dirancang oleh ilmuwan Angkatan Udara IRGC dan diresmikan pada 2022 oleh Jenderal Mohammad Bagheri.

>>> 5 Tips agar Lipstik Tahan Lama Setelah Makan, Warna Bibir Tetap On Point

Kheibar Shekan pertama kali digunakan dalam operasi "Sadiq Promise 1" dan "Sadiq Promise 2" pada April dan Oktober 2024, saat Iran meluncurkan sekitar 180 rudal ke Israel.