Isu mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Polemik ini muncul di tengah ramainya dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang masih bergulir.

>>> Caviar Rilis Edisi Terbatas Ponsel Messi dan Ronaldo dengan Lapisan Emas 24 Karat

Sebuah unggahan di platform X oleh akun @regar*** menyebut Gibran tidak tamat SMA atau sederajat.

Unggahan itu kemudian dibagikan ulang oleh Guru Besar Universitas Airlangga, Henri Subiakto.

"Wapres Gibran tidak tamat SMA/sederajat. Surat keterangan penyetaraan setingkat SMK yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah tidak sah," tulisnya.

Sebelum isu ini kembali viral, Roy Suryo juga pernah melontarkan klaim serupa.

Roy mengaku telah melakukan penelusuran langsung ke UTS Insearch di Sydney, Australia, dan berbicara dengan sejumlah alumni angkatan 2005-2006.

"Kita sudah dapat kesimpulan 99,9 persen Gibran Rakabuming Raka tidak pernah lulus dan tidak ada ijazah SMA," kata Roy Suryo dalam kanal YouTube Refly Harun.

>>> SpaceX Batalkan Peluncuran Uji Terbang Starship ke-13 di Texas

Menurut Roy, fokus penelusurannya adalah menguji keabsahan sertifikat UTS Insearch yang digunakan sebagai dasar penyetaraan ijazah setingkat SMA.

Ia mengaku memperoleh informasi dari sumber internal yang disebutnya kredibel di lingkungan institusi tersebut.

Berdasarkan data resmi KPU saat pendaftaran Pilpres 2024, Gibran tercatat menempuh pendidikan di UTS Insearch, Sydney, Australia, dari 2004 hingga 2007.

Sementara itu, klaim bahwa Gibran tidak memiliki ijazah SMA sebelumnya telah mendapat penjelasan dari Kementerian Pendidikan.

Kemendikbud menyatakan Gibran telah menyelesaikan pendidikan menengahnya dan memiliki kelayakan ijazah yang diakui setara.

>>> Debat Kandidat Senat Demokrat Maine Usai Graham Platner Mundur

Dengan demikian, narasi yang kembali beredar di media sosial tersebut merupakan isu lama yang sudah pernah mendapat klarifikasi resmi.