Sembilan kandidat Demokrat yang bersaing untuk nominasi Senat AS dari Maine mengikuti debat selama dua jam pada 16 Juli 2026.

Debat ini menjadi ajang bagi mereka untuk mengarahkan kampanye menantang petahana Republik Susan Collins setelah mundurnya calon terdepan Graham Platner.

>>> Laporan Polisi Ungkap Jam Terakhir Claude Lemieux Sebelum Meninggal

Debat yang disiarkan oleh NBC News afiliasi News Center Maine terbagi dalam dua sesi.

Sesi pertama menampilkan kandidat yang meraih lebih dari 20 persen suara di pemilihan pendahuluan Juni, sementara sesi kedua menghadirkan lima kandidat lainnya.

Pada sesi pembuka, para kandidat membahas kebijakan Platner yang keluar dari pencalonan karena tuduhan pelecehan seksual.

Mereka juga mengkritik Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) menyusul penembakan fatal terhadap warga sipil oleh agen ICE di Biddeford.

Menteri Luar Negeri Maine Shenna Bellows menyoroti perlawanan pemerintahannya terhadap campur tangan federal. Ia juga menyebut upayanya memblokir ICE menggunakan pelat nomor rahasia di negara bagian tersebut.

"Karena tidak ada polisi rahasia dalam demokrasi," kata Bellows.

Mantan Presiden Senat Maine Troy Jackson menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban di Biddeford. Ia menekankan perlunya perubahan kepemimpinan sistemik di Washington.

"Sebelum saya melanjutkan, saya ingin mengatakan bahwa hati saya bersama keluarga Garrett di Biddeford atas pembunuhan tidak masuk akal oleh agen ICE," ujar Jackson.

>>> Brad Keller Cedera, Bullpen Phillies Makin Terpuruk

Jackson juga mendukung kebijakan progresif seperti Medicare for All selama segmen debatnya.

Mantan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Maine Nirav Shah mengarahkan fokusnya pada petahana senator. Ia berargumen bahwa negara bagian tidak mampu mempertahankan perwakilan Republik lebih lama lagi.