Senat Amerika Serikat yang dikuasai Partai Demokrat memblokir pengesahan RUU anggaran pertahanan senilai $1,15 triliun pada Selasa, 14 Juli 2026.

Langkah ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang melanjutkan permusuhan militer dengan Iran.

>>> Louisiana: Pria Dituntut atas Pembunuhan Deputi Marshal AS

RUU National Defense Authorization Act (NDAA) gagal mendapatkan 60 suara yang diperlukan untuk memulai debat di Senat.

Setiap senator Demokrat yang hadir memberikan suara menolak, meskipun NDAA biasanya disetujui setiap tahun dengan dukungan bipartisan.

Kritik Demokrat terhadap Kebijakan Iran

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menyatakan partainya tidak akan mendukung RUU tersebut selama operasi militer masih berlangsung.

Schumer mengecam dorongan Partai Republik untuk memajukan RUU di tengah krisis kebijakan luar negeri.

"Partai Republik ingin Senat membahas NDAA seolah-olah tidak terjadi apa-apa, seolah Kongres bisa membahas RUU keamanan nasional sambil mengabaikan krisis keamanan nasional yang paling mendesak," ujar Schumer.

Ia juga menyoroti kurangnya strategi jangka panjang dalam keterlibatan militer AS di Iran yang telah memasuki hari ke-136 tanpa penyelesaian jelas.

"Trump tidak tahu apa yang dia lakukan di Iran, dan ini resep menuju bencana total.

Tidak ada rencana dan tidak ada strategi keluar sejak hari pertama perang sembrono ini. Kini hari ke-136, tidak ada yang berubah," kata Schumer.

Sementara itu, Trump mengubah sikapnya terkait kebijakan maritim di kawasan tersebut.

>>> Kebakaran Hutan di Spanyol Selatan Tewaskan 13 Orang

Ia mencabut ancaman sebelumnya untuk memberlakukan biaya keamanan 20 persen bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz, namun tetap mempertahankan blokade pelabuhan Iran.

Trump menjelaskan posisinya dalam pertemuan di Gedung Putih dengan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi.