Jelang laga semifinal antara timnas Inggris melawan Argentina di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) dini hari pukul 02.00 WIB, tersimpan memori kelam dari Piala Dunia 1982.

Saat itu, Inggris nyaris keluar dari turnamen karena konflik bersenjata dengan Argentina memperebutkan Kepulauan Falkland atau Malvinas.

>>> Spanyol Hajar Prancis 2-0, Les Bleus Alami Kekalahan Dua Gol Pertama dalam 16 Tahun

Perang Malvinas dan Ancaman Piala Dunia

Pada 2 April 1982, Argentina menginvasi Kepulauan Falkland yang diklaim Inggris. Perang berlangsung 74 hari dan menewaskan 907 orang.

Konflik itu terjadi bersamaan dengan Piala Dunia 1982 di Spanyol. Inggris, Skotlandia, dan Irlandia Utara menghadapi kemungkinan ditarik dari ajang tersebut.

Para pejabat Inggris khawatir risiko kekerasan antarpendukung di Spanyol, terutama karena opini mayoritas menentang klaim Inggris atas Falkland.

Spanyol dan Argentina bersatu menentang penguasaan Inggris atas Falkland dan Gibraltar. Bahkan muncul gagasan untuk menarik tim Inggris dari Piala Dunia.

Diplomat senior Lord Nicholas Gordon Lennox memperingatkan Menteri Luar Negeri Lord Belstead pada 20 Mei 1982 bahwa krisis Falkland bisa memicu sentimen pendukung.

>>> Fakta-Fakta Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang

Pemerintah Inggris meminta Menteri Lingkungan Hidup Michael Heseltine menyusun makalah tentang sikap kabinet terhadap partisipasi tim Inggris di Piala Dunia.

Heseltine mencatat kemungkinan Skotlandia bertemu Argentina di babak kedua, sementara Inggris dan Irlandia Utara hanya bisa bertemu Argentina di final.

Namun penarikan tim Inggris batal. Heseltine berpendapat bahwa tim Inggris tidak boleh dihukum karena Argentina adalah agresor di Falkland.

Penarikan diri juga akan disambut gembira di Argentina sebagai kemenangan moral, serta berakibat denda besar dari FIFA.

Pada akhirnya, Inggris dan Argentina tidak bertemu di Piala Dunia 1982 karena keduanya tersingkir di babak penyisihan grup.

>>> Jelang Argentina vs Inggris, Gonzalo Montiel: Kami Sudah Lewati Masa Sulit

Sementara itu, pasukan Inggris berhasil merebut kembali Malvinas. Kekalahan Argentina memicu protes massal dan junta militer Jenderal Leopoldo Galtieri mundur pada 17 Juni 1982.