Timnas Argentina menunjukkan ketenangan menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris. Gelandang Alexis Mac Allister menegaskan skuad Albiceleste tidak terbebani tekanan mental.

"Kami tidak merasakan tekanan.

>>> Intip Koleksi Tas Erling Haaland, Ada yang Harga Setara Rumah Jakarta

Kami sudah berpengalaman bermain di semifinal Piala Dunia dan kami berharap itu membantu," ujar Mac Allister di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia, Selasa.

Pertandingan krusial ini akan digelar di Stadion Atlanta, Amerika Serikat. Kedua tim raksasa sepak bola dunia bersaing memperebutkan tiket final.

Modal Pengalaman dan Kewaspadaan

Argentina datang sebagai juara bertahan Piala Dunia. Pengalaman kompetisi level tinggi menjadi modal utama bagi anak asuh Lionel Scaloni.

Meski percaya diri, Argentina tidak meremehkan kekuatan Inggris. Mac Allister mengakui Inggris memiliki pemain luar biasa dan pelatih yang bagus.

"Saya sama sekali tidak terkejut mereka bisa sampai sejauh ini (di Piala Dunia 2026)," kata pemain berusia 27 tahun itu.

Argentina bertekad tampil habis-habisan sejak menit awal. Mereka tidak ingin bermain aman, melainkan meningkatkan intensitas untuk meraih kemenangan.

>>> Harga Bright Gas Turun per 14 Juli, Tabung Pink 5,5 Kg Jadi Rp103 Ribu

"Kami akan melakukan setiap usaha terbaik yang kami bisa," tegas Mac Allister.

Laga ini menjadi babak baru misi Argentina mempertahankan trofi juara dunia. Kejuaraan edisi 2026 menjadi pembuktian hegemoni mereka.

Secara historis, kedua tim telah bertemu 14 kali. Inggris unggul dengan 6 kemenangan, Argentina 3 kemenangan, dan 5 laga berakhir imbang.

Kemenangan terakhir Argentina atas Inggris di ajang resmi terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998. Saat itu Argentina menang lewat adu penalti.

Momen legendaris lainnya adalah perempat final 1986, ketika Diego Maradona mencetak dua gol bersejarah yang membawa Argentina menjadi juara dunia.

>>> Serangan Udara AS di Iran Selatan Tewaskan 3 Warga Sipil

Argentina telah mengoleksi tiga trofi Piala Dunia (1978, 1986, 2022). Sementara Inggris baru meraih satu gelar pada 1966.