BYD mencatat distribusi 23.257 unit sepanjang Januari hingga Juni 2026 berdasarkan data wholesales GAIKINDO. Angka tersebut menempatkan BYD di posisi kelima merek mobil terlaris secara nasional.

Pada Juni 2026 saja, BYD mendistribusikan 5.264 unit. Kontribusi signifikan berasal dari model rakitan lokal (CKD) yang mulai memasuki pasar.

>>> Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika Terus Diserang AS

Tiga Model Andalan BYD

Tiga model utama menjadi tulang punggung penjualan BYD: Atto 1, M6, dan Sealion 7.

Atto 1 mendominasi sebagai SUV listrik kompak, M6 sebagai MPV listrik dengan pertumbuhan pesat, dan Sealion 7 memperkuat citra di segmen SUV premium.

Data Januari–Juni 2026 menunjukkan varian CKD mulai memberikan kontribusi nyata pada Juni. Strategi perakitan lokal ini bertujuan memperkuat produksi dalam negeri dan menekan harga agar lebih kompetitif.

BYD Atto 1 mencatat total 10.116 unit, dengan varian Dynamic Standard Range (CBU) terbanyak yaitu 5.375 unit.

>>> Dibujuk di Lorong Polda: Pengakuan dr. Tifa soal Tawaran Damai ke Solo

Disusul BYD M6 sebanyak 7.669 unit, didominasi varian Superior Captain (CBU) sebanyak 2.594 unit.

BYD Sealion 7 terjual 4.156 unit, dengan varian Premium (CBU) sebanyak 3.065 unit.

Model lainnya seperti Atto 3 (720 unit), Dolphin (194 unit), dan E6 (145 unit) turut melengkapi portofolio.

>>> Trump Ancam Serang Infrastruktur Iran: Pembangkit Listrik dan Jembatan Jadi Target

Beberapa faktor mendorong minat terhadap BYD: harga lebih kompetitif berkat CKD, diversifikasi produk dari SUV kompak hingga MPV besar, teknologi listrik murni, serta citra global sebagai pemain besar EV dunia.