Gaikindo Dorong Insentif Mobil Hybrid demi Selamatkan Industri Komponen
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong pemerintah memberikan insentif untuk semua mobil elektrifikasi, termasuk hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV).
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan dukungan fiskal untuk kendaraan elektrifikasi selain battery electric vehicle (BEV) sangat diperlukan.
>>> Alix Earle Buka Suara soal Konflik dengan Alex Cooper di Serial Netflix
Menurutnya, mobil hybrid hingga REEV tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berperan menyelamatkan industri komponen otomotif Tanah Air.
Berbeda dengan mobil listrik berbasis baterai, kendaraan hybrid masih menggunakan banyak komponen konvensional. Jika semua beralih ke EV tanpa transisi, pabrik komponen berpotensi tutup karena kehilangan pasar.
"Penting lagi mobil hybrid, PHEV, REEV masih memakai komponen-komponen ICE.
Jadi saya tidak khawatir pabrik radiator tutup, pabrik knalpot tutup, pabrik filter tutup," kata Jongkie di Jakarta, Senin (13/7).
Selain menyelamatkan pabrik komponen, mobil hybrid dan sejenisnya dinilai lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional. Kendaraan itu juga bisa menjadi solusi di tengah terbatasnya jumlah SPKLU di Indonesia.
Jongkie menegaskan dukungan fiskal penting diberikan, meskipun besaran insentif tidak harus sama dengan BEV.
>>> Pedro Porro: Final Piala Dunia 2026 di Luar Mimpi Terliar
"Maka dari itu, waktu itu kami mengusulkan, pak tolong diperhatikan ini mobil hybrid, plug-in hybrid, REEV.
Jadi kalau nanti ada insentif, tolong dikasih deh, enggak usah sama, seperti BEV. Tapi dikasih, karena ini juga bagus," ujarnya.
Saat ini pemerintah baru merencanakan insentif untuk EV yang diumumkan pada awal Mei 2026.
Kementerian Keuangan menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik, terdiri dari 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik.
Pemerintah membuka kemungkinan menambah kuota jika permintaan masyarakat melampaui target. Program insentif ditargetkan berjalan pada Juni 2026 untuk mendorong konsumsi dan mengurangi ketergantungan pada BBM.
Skema bantuan yang disiapkan berupa diskon PPN DTP untuk mobil listrik sebesar 40 hingga 100 persen, tergantung kandungan nikel pada baterai.
>>> Deschamps Akui Kesalahan Teknis, Prancis Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Untuk sepeda motor listrik, subsidi Rp5 juta per unit disiapkan. Namun hingga kini insentif belum terlaksana.
Update Terbaru
Spanyol Ukir Rekor Bersejarah usai Bekuk Prancis, Makin Dekat Kawinkan Gelar Euro dan Piala Dunia
Rabu / 15-07-2026, 11:20 WIB
Moncer di Moto3, Hakim Danish Banjir Minat dari Tim Moto2
Rabu / 15-07-2026, 11:20 WIB
Surveyor Sucofindo Tewas dalam Insiden Kapal Tenggelam di Perairan Siak
Rabu / 15-07-2026, 11:19 WIB
Kemendikdasmen dan Kemendagri Bahas Nasib Sekolah Minim Murid Baru
Rabu / 15-07-2026, 11:14 WIB
India Hapus Telur dari Menu MBG, Guru Khawatir Kehadiran Siswa Menurun
Rabu / 15-07-2026, 11:14 WIB
Prediksi Susunan Pemain Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 11:14 WIB
Samsung Rilis Pembaruan Software untuk Galaxy Buds 3 Pro
Rabu / 15-07-2026, 11:14 WIB
Macron Beri Komentar Usai Prancis Gagal ke Final Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 11:14 WIB
WHO Peringatkan Kasus Kanker Bisa Hampir Dua Kali Lipat pada 2050
Rabu / 15-07-2026, 11:14 WIB
Sarwendah Siap All Out Hadapi Sidang Gugatan Hak Asuh Anak
Rabu / 15-07-2026, 11:14 WIB
Telegram Hadirkan Rich Text Editor, Komunitas, dan Pesan Bot Sementara
Rabu / 15-07-2026, 11:10 WIB
5 Koleksi Jam Tangan Dokter Tirta, Ada yang Dibeli Second
Rabu / 15-07-2026, 11:10 WIB
Suzuki New XL7 Alpha Hybrid Tampil Lebih Sporty dengan Eksterior Baru
Rabu / 15-07-2026, 11:09 WIB
Roy Suryo Ungkap Ancaman Berat dalam Kasus Ijazah Jokowi
Rabu / 15-07-2026, 11:08 WIB







