Para guru di sekolah negeri India khawatir kehadiran siswa akan menurun setelah pemerintah negara bagian Benggala Barat menghentikan penyajian telur dalam program makan siang gratis.

Kebijakan ini diambil setelah pemerintah nasionalis Hindu yang baru terpilih menyatakan akan mengganti telur dengan menu vegetarian. Aturan baru itu memicu perdebatan soal makanan, keyakinan, dan gizi anak-anak.

>>> Prediksi Susunan Pemain Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Telur yang sebelumnya disajikan seminggu sekali kini digantikan dengan alternatif nabati seperti potongan kedelai, keju cottage, dan lentil.

Perubahan ini terjadi setelah ISKCON, gerakan Hare Krishna yang hanya menyajikan makanan vegetarian, ditunjuk sebagai penyedia makan sekolah baru.

Anggota senior ISKCON, Surovijoy Govinda Das, mengatakan nutrisi dari telur akan diimbangi atau dilampaui oleh protein dan vitamin berkualitas unggul dalam makanan mereka.

Namun, dokter kesehatan masyarakat Sylvia Karpagam menyebut telur sebagai standar emas untuk kualitas protein.

Partai Perdana Menteri Narendra Modi yang meraih kekuasaan di Benggala Barat pada Mei sering mempromosikan vegetarianisme sebagai bagian dari agenda nasional.

>>> Samsung Rilis Pembaruan Software untuk Galaxy Buds 3 Pro

Padahal, sebagian besar umat Hindu di India mengonsumsi daging dan ikan, dan telur justru lebih banyak dikonsumsi.

Mantan Ketua Menteri Benggala Barat, Mamata Banerjee, mengecam penghapusan telur dari makanan sekolah karena dianggap bertentangan dengan budaya setempat.

Guru Raja Dey mengatakan siswa datang dalam jumlah besar pada hari penyajian telur.

Di Karnataka, data resmi menunjukkan kehadiran meningkat dari 93,5 menjadi 98,97 persen setelah distribusi telur diperluas menjadi enam hari seminggu.

>>> Macron Beri Komentar Usai Prancis Gagal ke Final Piala Dunia 2026

Meski tidak ada data nasional yang mengaitkan telur dengan kehadiran, para guru tetap khawatir.