Freeport Percepat Transisi Energi, Targetkan Emisi Turun 30% pada 2030
PT Freeport Indonesia (PTFI) mempercepat langkah transisi energi untuk menekan emisi karbon. Perusahaan menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional pertambangan yang berkelanjutan. "Kami berkomitmen bisa mengurangi emisi karbon 30% hingga 2030," ujarnya.
>>> Final Piala Dunia Ketiga Messi: Antara Duka dan Suka
Menurut Tony, meskipun industri tambang memanfaatkan sumber daya tak terbarukan, pengelolaan tetap bisa dilakukan secara berkelanjutan. Prinsip sustainable mining menjadi landasan utama.
Salah satu strategi utama adalah mengganti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dengan pembangkit berbasis gas alam cair (LNG).
Langkah ini berpotensi menurunkan emisi lebih dari 30 persen.
VP Government Relations PTFI Harry Pancasakti menjelaskan transformasi sistem penyediaan energi telah dilakukan. Pembangkit diesel berkapasitas 129 megawatt dikonversi ke biofuel lalu ke gas alam.
Pembangkit batu bara yang sudah habis masa operasinya juga dikonversi menjadi PLTG. Kapasitasnya meningkat dari 200 megawatt menjadi 270 megawatt, sehingga emisi karbon turun signifikan.
>>> 20 Negara dengan Penduduk Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Keempat
Di tambang bawah tanah Grasberg, Freeport mengoperasikan kereta listrik otomatis untuk mengangkut bijih tambang. Sistem ini menggantikan puluhan truk berbahan bakar diesel.
"Transportasi menggunakan lokomotif listrik setara dengan sekitar 50 sampai 60 unit alat angkut berbahan bakar diesel. Ini menjadi lompatan besar dalam sistem logistik transportasi," ujar Harry.
Selain itu, Freeport menjalankan program rehabilitasi lahan seluas ribuan hektare di Sentani, Jayapura. Upaya ini mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi hijau.
Berdasarkan proyeksi perusahaan, emisi karbon ditargetkan turun lebih dari 40 persen pada 2030 dibandingkan baseline 2018.
Penurunan diperkirakan mencapai sekitar 1,9 juta ton dari sebelumnya 4,7 juta ton.
>>> RI Kebut Hilirisasi Industri Darah, Perusahaan Jepang Investasi Rp18 T
"Ini target cukup agresif, kami optimistis dapat mencapainya melalui berbagai program dekarbonisasi yang sedang dijalankan dan memenuhi harapan pemerintah," pungkas Harry.
Update Terbaru
OnePlus Hentikan Penjualan Ponsel di AS dan Eropa
Kamis / 16-07-2026, 16:07 WIB
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Rute Peti Kemas Internasional
Kamis / 16-07-2026, 16:07 WIB
Indonesia Lihat Peluang Dagang Baru dari Dorongan Ketahanan Pangan Arab Saudi
Kamis / 16-07-2026, 16:07 WIB
Persebaya Luncurkan Jersey Pre Season 2026 untuk Kenang Legenda Eri Irianto
Kamis / 16-07-2026, 16:07 WIB
Roy Suryo Bantah Pecah dengan Dokter Tifa, Kompak Hadapi Kasus Ijazah Jokowi
Kamis / 16-07-2026, 15:49 WIB
Menkop Ferry Bakal Resmikan PLTS Kelolaan Koperasi di Kepulauan Riau Bulan Depan
Kamis / 16-07-2026, 15:49 WIB
Lamine Yamal dan Messi Bertemu di Final Piala Dunia 2026, Foto Bayi Viral
Kamis / 16-07-2026, 15:49 WIB
Akhir Drama Hukum Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: Pakar Prediksi Roy Suryo dan Dokter Tifa Bebas
Kamis / 16-07-2026, 15:47 WIB
Keluarga Hyun Bin Terciduk Liburan di Disneyland, Mode Ayah Siaga Jaga Anak
Kamis / 16-07-2026, 15:47 WIB
Perayaan Budaya Lewat Suguhan Gastronomi Nusantara ala Obin Si Tukang Kain
Kamis / 16-07-2026, 15:46 WIB
Tips Menjaga 10 Perangkat Elektronik Tetap Awet dan Kencang di 2026
Kamis / 16-07-2026, 15:43 WIB
Laba TSMC Melonjak 77 Persen Berkat Permintaan Chip AI Global
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Jackpot Powerball Naik ke 498 Juta Dolar Setelah Tidak Ada Pemenang Rabu
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB
Trump Pecat Jaksa Federal Seattle yang Baru Diangkat Pengadilan
Kamis / 16-07-2026, 15:36 WIB







