PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) kini mengelola areal perkebunan seluas 4,11 juta hektare.

Angka ini meningkat signifikan dari sekitar 1,7 juta hektare pada tahun 2025.

>>> DJ Khaled Pamerkan Penurunan Berat Badan yang Impresif

Dari total areal tersebut, sekitar 730 ribu hektare merupakan tanaman kelapa sawit yang telah ditanami.

Skala pengelolaan ini menempatkan Agrinas Palma sebagai salah satu pengelola aset perkebunan terbesar di Indonesia.

Fokus pada Tata Kelola dan Keberlanjutan

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan transformasi perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas.

Transformasi juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola dan keberlanjutan.

"Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pengelolaan perkebunan yang produktif, ramah lingkungan, dan ramah sosial," kata Abdul Ghani.

>>> 7 Tanda Seseorang Mulai Tak Peduli dengan Masa Depannya

Ia menegaskan pengelolaan aset yang didukung tata kelola baik, praktik berkelanjutan, dan kemitraan dengan masyarakat akan menghasilkan manfaat optimal.

Sepanjang 2025, Agrinas Palma mencatat surplus operasional pengelolaan aset perkebunan sebesar Rp2,86 triliun dari penugasan pemerintah.

Perseroan menegaskan surplus tersebut merupakan hasil pengelolaan aset negara, bukan laba perusahaan.

Dari kegiatan usaha korporasi di bidang jasa konsultan konstruksi, Agrinas Palma membukukan laba bersih Rp27,9 miliar pada 2025.

>>> Iran Ancam Israel: Tak Akan Aman dari Serangan Balasan

Menurut Abdul Ghani, capaian itu menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperkuat peran sebagai pengelola aset perkebunan negara.