Calon jaksa agung Texas dari Partai Demokrat, Nathan Johnson, berjanji akan menyelidiki kontrak senilai $110 juta yang diberikan negara bagian kepada SpaceX milik Elon Musk untuk penyediaan internet pedesaan jika ia memenangkan pemilihan mendatang.

Senator negara bagian Nathan Johnson, yang memenangkan nominasi primer Partai Demokrat pada Mei, mempertanyakan keputusan Partai Republik Texas yang mengalokasikan 99 persen dana broadband pedesaan yang tersedia untuk program satelit Starlink.

>>> Jababeka Kembali Gelar Sakura Matsuri 2026, Hadirkan JKT48 hingga Beasiswa ke Jepang

Dalam wawancara dengan Dallas News, Johnson menyatakan kekhawatirannya atas transparansi sistem tender yang dikelola pejabat negara. "Saya tidak menyatakan bahwa ada korupsi dalam kasus ini.

Saya hanya mengatakan bahwa hal itu tampak seperti itu," ujarnya.

Johnson menekankan bahwa distribusi dana publik yang timpang kepada satu perusahaan telah menimbulkan skeptisisme luas mengenai integritas pengadaan pemerintah.

"Kepercayaan publik terhadap proses tender telah dirusak," katanya.

Di media sosial pada Juni, Johnson berargumen bahwa tugas utama pejabat hukum tertinggi negara adalah melindungi sumber daya publik, bukan memajukan kepentingan korporasi.

"Jaksa agung seharusnya memastikan pemerintah melayani kepentingan publik di atas kepentingan pribadi, bukan sebaliknya," tulisnya.

Kontroversi memanas setelah sidang legislatif mengungkap bahwa kantor pengembangan broadband Texas mengubah kriteria seleksi hibah menyusul arahan dari kantor gubernur.

Penyedia broadband berbasis darat kemudian mengeluh bahwa pedoman yang direvisi secara efektif mengecualikan mereka dari persaingan dana.

>>> Mayapada Hospital Jakarta Timur Resmi Beroperasi di Jakarta Garden City

Direktur Kantor Pengembangan Broadband Texas, Bryant Clayton, menjelaskan kepada komite bisnis dan perdagangan senat bahwa kerangka awal memerlukan penyesuaian agar selaras dengan standar regional.