Benny K. Harman: RUU Pemilu Ancam Kedaulatan Rakyat
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K. Harman, memperingatkan bahaya di balik wacana pembatasan pencalonan presiden dan wakil presiden yang tengah dibahas di parlemen.
Ia meminta masyarakat untuk waspada karena RUU tersebut berpotensi dibahas secara tergesa-gesa agar tidak sempat digugat melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK).
>>> Sistem PM-AAS Tingkatkan Pendapatan Petani Hingga Tiga Kali Lipat
"Supaya tidak ada alasan, nanti tidak ada waktu, tidak ada kesempatan, rakyat mengajukan judicial review dan kemudian Mahkamah Konstitusi tidak punya waktu untuk menguji dan mematalkannya," kata Benny dalam diskusi di FISIP UIN Jakarta, Selasa (8/7).
Alasan Kegaduhan dan Efisiensi Dinilai Tak Berdasar
Benny menolak keras alasan pembatasan pencalonan hanya demi menghindari kegaduhan atau alasan efisiensi.
"Alasannya yang kedua, kalau banyak parpol, banyak calon presiden, bikin gaduh. Masa alasan kegaduhan dan alasan efisiensi bisa dipakai untuk mengabaikan konstitusi?"
ujarnya.
>>> Pakar Kimia: Belum Ada Bukti Klinis BPA pada Galon PC Sebabkan Gangguan Hormon
Ia juga mengingatkan masyarakat sipil agar tidak sepenuhnya menyerahkan pembahasan RUU Pemilu kepada DPR. Menurutnya, ada risiko penyelundupan pasal yang bisa mencabut kedaulatan rakyat.
"Aku kasih tahu teman-teman civil society, jangan terlalu lama tidur lelap. Ada bahaya yang sedang mengintai kita, yaitu tercerabutnya daulat rakyat dalam undang-undang pemilu ini," katanya.
Dalam opini yang dimuat Harian Kompas pada 21 Juni, Benny menulis bahwa ada indikasi kuat regulasi pemilu mendatang sengaja dirancang untuk membatasi hak rakyat.
>>> PDIP Soroti Defisit APBN 2025 Jebol dan Utang Rp9.658 Triliun
Salah satu wacana paling berbahaya, menurutnya, adalah aturan yang mewajibkan pasangan calon presiden dan wakil presiden didukung minimal tiga partai parlemen agar bisa maju bertarung.
Update Terbaru
Konser Park Ji Hoon di Manila Dibatalkan, Pindah ke Makau
Kamis / 09-07-2026, 19:04 WIB
Kejagung Buka Suara soal Penggeledahan Kasus Korupsi Batu Bara dan Asabri
Kamis / 09-07-2026, 19:03 WIB
Momen Trump Salah Sebut Iran Jadi Jepang di KTT NATO
Kamis / 09-07-2026, 19:03 WIB
Vernon SEVENTEEN Rilis Lagu Solo Emosional "MIA" yang Terinspirasi Kisah Hidupnya
Kamis / 09-07-2026, 19:01 WIB
Keluarga Ibu dan Dua Anak yang Ditemukan Tewas di Rumah Ungkap Kehilangan Tak Terbayangkan
Kamis / 09-07-2026, 19:01 WIB
Prancis vs Maroko: Duel Dribel Cepat Lawan Sprint Kencang di Perempat Final Piala Dunia 2026
Kamis / 09-07-2026, 19:00 WIB
Prabowo Tantang 3 Menteri Bangun PLTS 100 Gigawatt dalam Dua Tahun
Kamis / 09-07-2026, 19:00 WIB
Eks Sekjen MPR Diduga Terima Rp30 Miliar dari 'Uang Assalamualaikum'
Kamis / 09-07-2026, 19:00 WIB
Hari ke-10 Kebakaran TPA Jatiwaringin, 61 Warga Terpapar ISPA
Kamis / 09-07-2026, 19:00 WIB
'Kutukan Trump' Dituding Jadi Penyebab AS Kalah di Piala Dunia
Kamis / 09-07-2026, 19:00 WIB
4 Kebiasaan Malam yang Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Kamis / 09-07-2026, 18:59 WIB
Dragon Ball Xenoverse 2 Future Saga Chapter 4 Rilis sebagai DLC Terakhir
Kamis / 09-07-2026, 18:58 WIB
Serial Anime Gundam Baru Akan Diungkap di San Diego Comic-Con 2026
Kamis / 09-07-2026, 18:58 WIB







