Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat penerapan sistem budidaya Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di seluruh Indonesia.

Langkah ini bertujuan mengubah struktur ekonomi rumah tangga petani agar lebih sejahtera.

>>> Pakar Kimia: Belum Ada Bukti Klinis BPA pada Galon PC Sebabkan Gangguan Hormon

Berdasarkan analisis usaha tani, keuntungan bersih petani konvensional sebelumnya hanya sekitar Rp20,79 juta per musim tanam.

Dengan metode modern, keuntungan bersih bisa melonjak hingga Rp65,43 juta.

Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, biaya produksi naik sedikit dari Rp13 juta menjadi Rp15 juta.

Namun pendapatan bersih petani meningkat dari Rp5 juta per bulan menjadi Rp16,3 juta per bulan.

>>> PDIP Soroti Defisit APBN 2025 Jebol dan Utang Rp9.658 Triliun

"Naik tiga kali lipat. Ini yang kita kejar," ujar Amran dalam jumpa pers di kantor Kementan, Kamis (9/7/2026).

Pemerintah menegaskan akselerasi swasembada pangan tidak hanya fokus pada peningkatan tonase produksi gabah.

Komitmen utama adalah memastikan petani memperoleh margin keuntungan yang lebih besar.

"Hari ini kami kumpulkan kepala dinas, direktur wilayah, dan PPL se-Indonesia. Tujuannya melakukan akselerasi intensifikasi melalui pertanian modern.

>>> Belum Pernah Jadian tapi Susah Move On? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya

Yang kita kejar adalah kesejahteraan petani," kata Amran.