Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan program cetak sawah dan optimasi lahan di Papua telah meningkatkan pendapatan petani hingga 300 persen.

Hal itu disampaikan Amran saat meninjau perkembangan program di Papua, Kamis (9/7/2026).

>>> 10 Organisasi di Sekolah yang Wajib Diketahui Siswa Baru, dari OSIS hingga Ekstrakurikuler

Menurut Amran, program tersebut merupakan milik masyarakat Papua dan telah memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.

"Faktanya setelah program berjalan pendapatan masyarakat naik hingga 300 persen. Bahkan sekarang masyarakat justru meminta tambahan cetak sawah," ujar Amran.

Pengembangan Lahan 137.429 Hektare

Kementerian Pertanian mengembangkan lahan pertanian seluas 137.429 hektare melalui dua program tersebut.

Rinciannya, 83.030 hektare untuk cetak sawah dan 54.399 hektare untuk optimasi lahan.

Papua Selatan menjadi daerah dengan cakupan terbesar, yakni 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimasi lahan.

Program cetak sawah juga berjalan di Provinsi Papua seluas 24.248 hektare, Papua Barat Daya 4.675 hektare, Papua Barat 3.373 hektare, dan Papua Pegunungan 2.000 hektare.

>>> 60 Ucapan Hari Pertama Masuk Sekolah TK dan SD yang Menarik dan Penuh Makna

Merauke menjadi salah satu wilayah yang mulai merasakan dampak program tersebut.

Kementerian Pertanian mencatat indeks pertanaman meningkat dari 1,05 menjadi 1,82–2,00. Produktivitas padi, produksi beras, dan luas panen juga mengalami peningkatan.

Pertanian Modern dan Keterlibatan Pemuda

Pemerintah tidak hanya fokus pada perluasan lahan, tetapi juga mengembangkan ekosistem pertanian modern.

Penyediaan alat dan mesin pertanian, benih unggul, pembangunan jaringan irigasi, Brigade Pangan, serta pendampingan dan insentif bagi petani menjadi bagian dari program.

Kementerian Pertanian menyoroti keterlibatan generasi muda Papua dalam penerapan teknologi pertanian modern.

>>> Tiga Orang Lagi Didakwa Rusak Kolam Refleksi Lincoln Memorial

Alat seperti drone penyemprot, rice transplanter, combine harvester, traktor modern, dan mesin pengering hasil panen (dryer) mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi budidaya.