Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) secara resmi melayangkan surat pengaduan kepada FIFA untuk meminta penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh ofisial pertandingan yang bertugas pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 kontra Argentina.

Langkah tersebut diambil setelah Mesir menilai ada serangkaian keputusan yang merugikan hingga menyebabkan mereka tersingkir secara dramatis dengan skor 2-3.

>>> Khutbah Jumat 10 Juli 2026: Mengakhiri Muharram dengan Taubat, Menyambut Safar Tanpa Mitos

Presiden EFA, Hany Abou Rida, menegaskan wasit utama asal Prancis, Francois Letexier, diduga melakukan sejumlah kesalahan serius dan menerapkan standar ganda selama memimpin pertandingan di Atlanta.

Pihak Mesir secara khusus menyoroti ketidakkonsistenan wasit dan petugas Video Assistant Referee (VAR) dalam meninjau momen-momen krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Protes Gol Dianulir hingga Dugaan Penalti Mohamed Salah

Salah satu insiden yang diprotes keras adalah dianulirnya gol Mostafa Zico ketika Mesir masih unggul 1-0 pada babak kedua.

Wasit membatalkan gol tersebut setelah peninjauan VAR yang menyatakan adanya pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez pada awal proses serangan.

Kekecewaan Mesir semakin bertambah ketika wasit mengabaikan insiden Mohamed Salah yang terjatuh di kotak penalti Argentina pada detik-detik akhir waktu normal.

Tak lama setelah kejadian yang dianggap layak berbuah penalti itu, Argentina justru melancarkan serangan balik yang berujung pada gol kemenangan pada masa injury time.

>>> Jake Bennett Amankan Tempat di Rotasi Red Sox Berkat Penampilan Impresif

Tuding Ada Keberpihakan

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, meyakini ada faktor eksternal yang bertujuan mempertahankan sang juara bertahan tetap melaju di turnamen.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di turnamen, mungkin mereka ingin Messi tetap memiliki peluang melanjutkan perjalanan," ujar Hossam Hassan.

Senada dengan sang pelatih, penyerang Mostafa Zico juga melontarkan kritik keras.

"Sejak awal pertandingan kami sudah diperlakukan tidak adil, sangat jelas turnamen ini telah diatur," tegas Mostafa Zico.

EFA bahkan meminta FIFA mencoret seluruh perangkat pertandingan tersebut dari daftar wasit internasional apabila terbukti melakukan pelanggaran setelah proses investigasi selesai.

Mesir menilai keputusan-keputusan yang diambil selama pertandingan bersifat diskriminatif dan menghambat peluang mereka mencetak sejarah dengan menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tampil pada edisi 1934.

>>> Pemirsa Fox News Kritis pada Kellyanne Conway soal Komentar Kandidat

Sementara itu, Argentina yang lolos secara kontroversial dijadwalkan menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City.