Belum Pernah Jadian tapi Susah Move On? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya
Jakarta - Banyak orang justru lebih sulit move on dari seseorang yang bahkan tidak pernah benar-benar menjadi pacar.
Tidak ada putus cinta atau perpisahan resmi, tapi perasaan tetap tertinggal begitu saja.
>>> Sinopsis Line of Duty di Bioskop Trans TV Hari Ini
Psikolog klinis Sabrina Romanoff menjelaskan, kondisi ini terjadi karena seseorang cenderung jatuh cinta pada versi ideal, bukan realitas hubungan yang sebenarnya.
"Kita sering mempertahankan ilusi bahwa orang itu adalah pasangan sempurna dan akan memberi kita akhir yang bahagia," ujarnya.
Apa Itu Cinta Bertepuk Sebelah Tangan?
Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai cinta bertepuk sebelah tangan.
Tandanya bisa berupa terlalu sering memikirkan orang tersebut, membaca arti di balik setiap pesan kecil, hingga membayangkan skenario masa depan bersama.
Masalahnya, karena hubungan ini tidak pernah benar-benar terjadi, tidak ada closure atau penutup yang jelas. Akibatnya, pikiran terus berputar pada pertanyaan "bagaimana kalau dulu..."
dan "seandainya saja..." , yang membuat proses move on jadi lebih lama.
Harapan juga memegang peran besar. Selama masih ada sedikit kemungkinan, sekecil apa pun itu, perasaan sering kali sulit benar-benar dilepaskan.
>>> BAIC T1 Hatchback Listrik Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp300 Jutaan
Ditambah rasa takut menyesal, banyak orang akhirnya bertahan pada sesuatu yang sebenarnya tidak pasti.
Romanoff juga menyebut sebagian orang sebenarnya lebih terikat pada proses pengejaran itu sendiri.
"Kadang yang kita kejar bukan orangnya, tapi sensasi dari mengejar sesuatu yang tidak bisa dimiliki," jelasnya.
Cara Move On yang Efektif
Untuk bisa benar-benar move on, langkah pertama adalah menerima kenyataan bahwa hubungan tersebut mungkin tidak akan pernah terjadi.
Setelah itu, penting untuk mulai menjaga jarak emosional, termasuk mengurangi komunikasi dan berhenti memantau media sosial orang tersebut.
Mengisi waktu dengan aktivitas baru, membuka diri pada lingkungan sosial yang berbeda, serta fokus pada diri sendiri bisa membantu proses pemulihan.
Dukungan dari teman atau keluarga juga berperan besar dalam mempercepat proses ini.
>>> OpenAI Rilis GPT Live, AI Bisa Ngobrol Layaknya Manusia
Semakin cepat seseorang berhenti menggantungkan diri pada "kemungkinan", semakin cepat pula ruang itu bisa diisi oleh hubungan yang nyata dan sehat.
Update Terbaru
BAIC T1 Resmi Meluncur, Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia
Kamis / 09-07-2026, 18:49 WIB
METRO Department Store Perluas Etalase Produk Lokal, Gandeng 11 Brand UMKM
Kamis / 09-07-2026, 18:48 WIB
HAYLOU Watch Hyper Resmi Meluncur dengan GPS Dual-Band dan Peta Offline
Kamis / 09-07-2026, 18:45 WIB
Gaya Hidup Sibuk Bikin Perawatan Diri Sering Terlewat, Ini Solusi Praktisnya
Kamis / 09-07-2026, 18:45 WIB
Inspirasi Gaya Hijab untuk Hyrox ala Sivia Azizah, Pakai Cropped Hoodie
Kamis / 09-07-2026, 18:44 WIB
Aktor China Xu Peng Banting Setir Jual Sayur gegara AI
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
Lenovo Hentikan Handheld Retro G02 yang Dijual dengan ROM Ilegal
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
id Software Punya Rencana Game Co-op Doom, Perfect Dark Baru, dan Cyberpunk ala John Wick Sebelum PHK Massal
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
Trump Gunakan Rencana 1925 untuk Legalkan Monumen di Washington
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
Solo Leveling: Karma Rilis Trailer Cerita dan Pertarungan
Kamis / 09-07-2026, 18:24 WIB
Rahm Emanuel Peringatkan Israel soal Isolasi Diplomatik Akibat Perang Gaza
Kamis / 09-07-2026, 18:24 WIB
Bus MTA Tabrak Gedung di Maryland, 33 Orang Terluka
Kamis / 09-07-2026, 18:23 WIB
Hakeem Jeffries Abaikan Potensi Tantangan Kepemimpinan dari Kandidat Progresif
Kamis / 09-07-2026, 18:22 WIB
Tom Hanks Rayakan Ulang Tahun ke-70, Karier Akting Tetap Bergelora
Kamis / 09-07-2026, 18:22 WIB







