Banyak orang mengira menjalin hubungan semata-mata karena cinta. Padahal, tidak sedikit yang berpacaran hanya untuk mendapatkan validasi atau pengakuan dari orang lain, terutama dari pasangan.

Kondisi ini bisa terjadi tanpa disadari. Hubungan yang didasari kebutuhan untuk merasa dipilih dan diakui sering kali tampak seperti hubungan yang sehat.

>>> Jaringan Seluler Inggris Tertinggal dari Eropa dan Negara G7 Lainnya

Menurut para terapis, perbedaan antara hubungan yang dibangun atas cinta dan hubungan yang hanya mencari validasi bisa sangat tipis.

Berikut tujuh tanda kamu mungkin sedang menjalin hubungan karena alasan yang keliru.

Tanda-tanda Hubungan karena Validasi

1. Lebih mementingkan status punya pasangan daripada mengenal sosoknya.

Jika kamu lebih senang dengan status memiliki pasangan dibanding benar-benar mengenal dan menghargai dirinya, bisa jadi yang sebenarnya kamu cari adalah validasi.

Moe Ari Brown, terapis sekaligus pakar cinta dan koneksi internal di Hinge, mengatakan seseorang sebaiknya melihat pasangan sebagai pribadi yang utuh.

Ketertarikan yang sehat berakar pada sosok yang sedang dikencani, bukan pada gambaran ideal di kepala.

2. Hubungan terasa menyenangkan saat bersama, tetapi hambar ketika berjauhan.

Kamu dan pasangan mungkin terlihat sangat cocok ketika bertemu langsung, namun saat berjauhan hubungan justru terasa hambar.

Psikolog klinis Sabrina Romanoff menyebut kondisi ini sebagai performative compatibility, yaitu kecocokan yang muncul karena situasi tertentu, bukan karena kedekatan emosional yang benar-benar terbangun.

3. Terlalu cepat membuka semua cerita pribadi.

Bersikap terbuka memang penting, namun jika dilakukan terlalu cepat bisa menjadi oversharing, bahkan berujung pada love bombing atau trauma dumping.

Menurut Romanoff, percakapan yang terlalu intens di awal hubungan bisa menciptakan kesan dekat. Namun, tanpa fondasi kepercayaan yang kuat, hubungan tersebut sulit berkembang secara sehat.