>>> Microsoft Gelontorkan Rp40 Triliun ke AI Global, 6.000 Insinyur Dikerahkan

4. Terus menghubungi pasangan, tetapi menghindari komitmen.

Kamu selalu menjaga komunikasi agar hubungan tetap berjalan, tetapi menghindari pembicaraan serius tentang masa depan.

Romanoff menjelaskan bahwa orang yang digerakkan oleh ego cenderung mempertahankan perhatian orang lain tanpa benar-benar berniat membangun hubungan yang serius.

5. Bersikap tidak konsisten.

Kadang sangat perhatian, lalu tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Biasanya mereka muncul saat sedang bosan, kesepian, atau membutuhkan perhatian.

Menurut Romanoff, perilaku ini menunjukkan bahwa yang dicari adalah validasi, bukan hubungan yang sehat. Jika seseorang benar-benar ingin membangun hubungan, usahanya akan lebih konsisten.

6. Memberikan perhatian yang sama kepada banyak orang.

Alih-alih fokus mengenal satu orang, kamu justru menjaga komunikasi dengan banyak orang sekaligus sehingga mereka menjadi 'cadangan'.

Psikoterapis Danielle Madonna menilai perilaku ini merupakan salah satu tanda seseorang haus akan validasi dari banyak orang.

7. Lebih menikmati proses mengejar daripada menjalani hubungan.

Jika kamu lebih bersemangat saat mengejar seseorang yang sulit didapat, tetapi kehilangan minat setelah orang tersebut membalas perasaanmu, bisa jadi yang kamu cari bukan hubungan, melainkan rasa ingin diinginkan.

>>> 7 Jurusan Kuliah yang Tetap Dibutuhkan di Era Disrupsi AI 2026 dan Skill yang Harus Dimiliki Lulusan

Madonna menjelaskan bahwa ketika antusiasme hilang setelah seseorang menunjukkan ketertarikan yang tulus, itu merupakan tanda bahwa motivasi utamanya adalah mendapatkan validasi, bukan membangun koneksi yang mendalam.