Era disrupsi kecerdasan buatan (AI) pada 2026 diprediksi akan mengubah peta dunia kerja secara signifikan. Namun, sejumlah jurusan kuliah tetap relevan dan dibutuhkan.

Data World Economic Forum (WEF) 2026 menyebutkan bahwa 85 juta pekerjaan akan tergantikan oleh AI. Namun, 97 juta pekerjaan baru justru akan muncul.

>>> Earbud JBL Live 3 dengan Layar Sentuh Cerdas Kini Rp1,6 Jutaan

Pemilihan jurusan yang tepat menjadi kunci agar lulusan tetap kompetitif. Berikut tujuh jurusan yang diprediksi tetap aman di era AI.

Tujuh Jurusan yang Tetap Dibutuhkan

Jurusan kedokteran tetap menjadi pilihan utama karena membutuhkan sentuhan manusia dan pengambilan keputusan kompleks yang sulit digantikan AI.

Jurusan hukum juga diprediksi tetap aman. Profesi hukum memerlukan interpretasi, negosiasi, dan empati yang tidak bisa sepenuhnya dilakukan oleh mesin.

Psikologi menjadi jurusan yang semakin dibutuhkan seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental. AI tidak bisa menggantikan terapi dan konseling manusia.

Pendidikan atau keguruan tetap relevan karena proses belajar mengajar membutuhkan interaksi personal dan adaptasi terhadap kebutuhan siswa.

Teknik AI dan data science justru menjadi jurusan yang paling dicari. Lulusan di bidang ini akan menjadi pengembang dan pengelola sistem AI.

Bisnis dan manajemen juga tetap dibutuhkan, terutama untuk peran strategis yang memerlukan pengambilan keputusan dan kepemimpinan.

>>> Cristiano Ronaldo Pastikan Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhirnya

Jurusan teknik (seperti teknik mesin, elektro, atau sipil) masih diperlukan untuk merancang dan membangun infrastruktur fisik yang tidak bisa sepenuhnya diotomatisasi.

Skill Kunci agar Tidak Tergantikan AI

Selain memilih jurusan yang tepat, lulusan juga perlu membekali diri dengan skill yang sulit digantikan AI. Berdasarkan data WEF, Forbes, dan McKinsey, ada lima skill utama.

Critical thinking atau berpikir kritis menjadi kemampuan paling penting untuk menganalisis masalah kompleks dan mengambil keputusan.

Emotional intelligence atau kecerdasan emosional diperlukan untuk berinteraksi, berempati, dan memimpin tim.

Adaptability atau kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan lingkungan kerja sangat krusial di era disrupsi.

Kreativitas menjadi skill yang tidak bisa ditiru AI karena melibatkan imajinasi dan inovasi.

Kolaborasi atau kemampuan bekerja sama dalam tim lintas disiplin juga semakin penting seiring kompleksitas pekerjaan.

>>> Paul Pelosi Terancam Kehilangan SIM Usai Dugaan Tabrak Lari

Dengan memilih jurusan yang tepat dan mengasah skill tersebut, lulusan dapat tetap relevan dan bersaing di era disrupsi AI 2026.