Pelatih timnas Belgia, Rudi Garcia, menganggap pencabutan hukuman kartu merah striker Amerika Serikat (AS) Folarin Balogun sebagai lelucon.

Hal ini terjadi jelang duel kedua tim di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7) pagi WIB.

>>> Debut MLB Penuh Duka: Eliezer Alfonzo Jr. Tampil Setelah Keluarga Tewas dalam Gempa Venezuela

FIFA secara mengejutkan mencabut hukuman kartu merah Balogun. Publik pun dibuat tercengang dengan keputusan tersebut.

Balogun mendapat kartu merah karena ribut dengan bek Bosnia dan Herzegovina, Tarek Muharemovic, pada menit ke-64 di babak 32 besar.

Akibatnya, ia semestinya absen satu pertandingan sesuai hukuman standar.

Namun pada Minggu (5/7) waktu setempat, FIFA mencabut hukuman itu. Balogun dinyatakan bisa bermain melawan Belgia.

>>> Inggris Kembali ke Estadio Azteca untuk Hadapi Meksiko di Piala Dunia

"Saya tidak tahu kalau di Piala Dunia, tanggal 5 Juli sebenarnya adalah tanggal 1 April, ini Hari April Mop," kata Garcia dalam konferensi pers Minggu sore.

Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) juga terkejut. Mereka menilai keputusan FIFA bertentangan dengan pedoman badan sepak bola dunia itu sendiri.

"Kami tidak membela tim nasional atau federasi. Kami membela sepak bola," ucap Garcia.

>>> Wayne Rooney Tegaskan Akan Tepati Taruhan Usai Penundaan Piala Dunia

Dikutip dari ESPN, Gedung Putih disebut meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau kembali kartu merah Balogun. Sebelumnya, AS diklaim tidak bisa banding atas kartu merah tersebut.