Mantan bek Manchester United, Gary Neville, melontarkan kritik pedas terhadap keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.

Neville menyebut keputusan itu "benar-benar menjijikkan" saat menjadi pandit di ITV.

>>> Jude Bellingham Cetak Dua Gol Harry Kane 1 Gol, Inggris Unggul 3-1 atas Meksiko

Balogun mendapat kartu merah langsung saat AS mengalahkan Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar karena dianggap melakukan kontak fisik dengan bek Bosnia, Tarik Muharemovic.

Seharusnya ia absen di babak 16 besar melawan Belgia, namun Komite Disiplin FIFA menerapkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA untuk membekukan hukuman tersebut.

Akibatnya, Balogun baru akan menjalani larangan bertanding jika melakukan pelanggaran serupa dalam 12 bulan ke depan.

Kritik dari Para Pandit

Neville menegaskan bahwa ia pribadi menganggap insiden itu bukan kartu merah, namun proses peninjauan resmi seharusnya ada.

"Jika sistem pemutihan itu tidak ada, lalu tiba-tiba FIFA memutuskan untuk membiarkan seorang pemain tampil, ini tidak adil.

Aturan harus sama untuk semua orang," ujarnya.

Mantan striker Arsenal, Ian Wright, menilai keputusan itu mencederai sportivitas.

>>> Neymar Menangis, Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026

"Kita bicara tentang integritas dan transparansi, tetapi melihat apa yang terjadi pada tim tertentu di turnamen ini, sungguh memalukan," katanya.

Roy Keane, mantan kapten Manchester United, menyindir dengan menyebutnya sebagai aksi "bagi-bagi jatah teman".

Micah Richards, mantan bek Manchester City, menilai FIFA telah membuat Piala Dunia menjadi lelucon.

"Menangguhkan hukuman kartu merah selama satu tahun adalah tindakan yang mengolok-olok seluruh esensi turnamen ini," ujarnya.

Presiden AS Donald Trump menyambut baik keputusan FIFA melalui Truth Social, sementara Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) mengaku "tercengang" dan akan menyelidiki opsi hukum.

Ini bukan pertama kalinya FIFA memberikan dispensasi serupa di Piala Dunia 2026. Sebelum turnamen, Cristiano Ronaldo juga mendapat keringanan untuk tampil di laga pembuka grup.

>>> Dokter Ungkap 5 Kebiasaan Sepele yang Bikin Gula Darah Melonjak

Sesuai regulasi, AS memiliki hak hukum untuk meminta FIFA mempublikasikan alasan keputusan, sementara Belgia tidak memiliki akses yang sama.