Inggris akan kembali ke Estadio Azteca pada Minggu untuk pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan tuan rumah Meksiko.

Ini merupakan penampilan kompetitif pertama Inggris di stadion ikonik tersebut sejak kekalahan kontroversial dari Argentina pada 1986.

>>> Wayne Rooney Tegaskan Akan Tepati Taruhan Usai Penundaan Piala Dunia

Pertandingan di venue dataran tinggi Kota Meksiko ini memunculkan kembali kenangan akan gol tangan Diego Maradona, sekaligus kekhawatiran modern tentang aklimatisasi ketinggian bagi skuad Inggris asuhan Thomas Tuchel.

Peter Shilton Akhiri Dendam 40 Tahun

Mantan kiper Inggris Peter Shilton mengumumkan bahwa ia telah menyelesaikan keluhan lamanya atas kekalahan perempat final 1986 setelah kunjungan terakhir ke Argentina.

"Saya sudah menyimpan sedikit dendam selama bertahun-tahun. Saya ke Buenos Aires dalam beberapa tahun terakhir dan orang-orang di sana luar biasa terhadap saya.

Mereka brilian kepada saya. Di dalam hati, saya pikir sudah waktunya untuk mengakhiri dendam ini...

jelas Maradona sudah tidak bersama kita lagi," ujar Shilton.

Mengenai momen Maradona menggunakan tangannya untuk mencetak gol, Shilton menegaskan bahwa pelanggaran itu jelas terlihat oleh hampir semua orang di stadion kecuali wasit.

"Semua orang di stadion melihat handball kecuali wasit dan hakim garis. Tapi itu meninggalkan banyak orang, yang tidak menilai situasi, berkomentar.

Anda tidak bisa menang. Saya tahu yang sebenarnya," katanya.

Kekhawatiran Aklimatisasi dan Dukungan Publik

Shilton juga menyuarakan kekhawatiran taktis untuk tim nasional saat ini, menyoroti kontras antara persiapan ekstensif 40 tahun lalu dengan jadwal padat sekarang.

>>> Intip Deret Saham Berpotensi Cuan di Awal Juli

"Saya sedikit khawatir untuk Inggris karena kami punya waktu sebulan di Colorado dengan panas dan ketinggian untuk beraklimatisasi pada 1986," ujarnya.