Mengenal 'Spoiled Pig Syndrome', Tren Kencan yang Tak Sehat
Fenomena spoiled pig syndrome belakangan menjadi sorotan karena dinilai dapat memicu pola hubungan yang tidak sehat.
Istilah ini menggambarkan kondisi ketika salah satu pasangan terlalu sering menerima perlakuan istimewa hingga akhirnya menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajib diberikan oleh pasangannya.
>>> Viral Guru SD Latih Siswa Laki-Laki Menyetrika, Putus Rantai Patriarki
Melansir AOL, meski bukan termasuk diagnosis psikologis resmi, spoiled pig syndrome dapat menciptakan ketidakseimbangan dalam hubungan asmara.
Dalam situasi ini, satu pihak cenderung memikul lebih banyak beban, baik secara emosional, finansial, maupun tanggung jawab sehari-hari.
Pola yang Berkembang Perlahan
Menurut psikolog klinis Dr. Max Doshay, pola ini biasanya berkembang secara perlahan.
Pada awal hubungan, memberi perhatian lebih, hadiah, atau kejutan romantis adalah hal yang wajar sebagai bentuk kasih sayang.
Namun, masalah mulai muncul ketika perlakuan tersebut tidak lagi dianggap sebagai bentuk apresiasi, melainkan berubah menjadi ekspektasi.
Ketika salah satu pasangan terus-menerus mengutamakan kebutuhan pasangannya, hal itu bisa membentuk rasa 'berhak' pada pihak yang menerima.
Akibatnya, pasangan yang selalu memberi dapat merasa kelelahan, kurang dihargai, bahkan terbebani karena harus menjaga hubungan tetap berjalan.
>>> Korlantas Tindak Tegas Kendaraan Parkir di Trotoar, Didenda Rp250 Ribu
Di sisi lain, pasangan yang terbiasa dimanjakan bisa menjadi semakin bergantung pada perhatian dan validasi secara terus-menerus.
Jika kondisi ini dibiarkan, hubungan berisiko kehilangan keseimbangan dan berujung pada konflik yang lebih besar.
Tren Lain: Monkey-Barring
Selain spoiled pig syndrome, para ahli juga menyoroti tren hubungan modern lainnya yang disebut monkey-barring.
Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang mulai membangun kedekatan dengan orang baru sebelum benar-benar mengakhiri hubungan yang sedang dijalani.
Pola ini kerap dikaitkan dengan ketidakmampuan menghadapi proses emosional setelah putus cinta.
Para ahli menekankan bahwa kunci utama untuk menghindari hubungan tidak sehat adalah menjaga komunikasi yang terbuka, menetapkan batasan yang jelas, dan memastikan adanya usaha yang seimbang dari kedua belah pihak.
>>> CD Projekt Red Manager: Karakter Baru Cyberpunk Edgerunners Season 2 Sangat Relatable
Dengan begitu, hubungan dapat berjalan lebih sehat, setara, dan saling menghargai.
Update Terbaru
Aturan Baru Outsourcing Terbit Juli, Hanya 4 Pekerjaan Boleh Alih Daya
Senin / 29-06-2026, 13:15 WIB
Bukan Cuma Pola Makan, Perlemakan Hati Juga Dipengaruhi Faktor Lain
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Bos Honda Pastikan Veda Ega Tak Cedera Usai Kecelakaan di Moto3 Belanda
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Legislator PKB Desak Setop Latihan Militer Kopdes Merah Putih
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
WHO: 1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Indonesia Dihentikan Thailand di Perempat Final Kejuaraan Asia Junior
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Isak Tangis Kerabat Pecah saat Misa Pemakaman Dokter Icha
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Jepang Percaya Diri Hadapi Brasil di Babak Gugur Piala Dunia 2026
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Mensos: Kejujuran Kunci Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat
Senin / 29-06-2026, 13:13 WIB
Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, 1 Tewas dan 5 Luka-luka
Senin / 29-06-2026, 13:13 WIB
Belanda vs Maroko: Ronald Koeman Janji Oranje Tetap Tampil Ofensif
Senin / 29-06-2026, 13:08 WIB
Hasil F1 GP Austria: George Russell Menang, Verstappen Kedua
Senin / 29-06-2026, 13:08 WIB
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan dengan Kepatuhan Regulasi
Senin / 29-06-2026, 13:08 WIB
Bulog Tarik Minyakita Diduga Berbau Solar di Jateng
Senin / 29-06-2026, 13:07 WIB






