Seorang guru sekolah dasar di Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, viral di media sosial setelah mengajarkan siswa laki-lakinya cara menyetrika baju.

Guru bernama Agustin ini mengunggah foto kegiatan tersebut di akun Instagram @agustinprwndri. Ia menulis, "Kita usahakan generasi tidak patriarki itu."

>>> Korlantas Tindak Tegas Kendaraan Parkir di Trotoar, Didenda Rp250 Ribu

Dalam foto yang beredar, terlihat Agustin memberikan contoh langsung di depan kelas. Para siswa laki-laki pun antusias mempraktikkan menyetrika menggunakan setrika sungguhan.

Agustin menjelaskan bahwa ide ini muncul saat mengajar materi teks prosedur dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Biasanya, siswa hanya mempraktikkan membuat makanan sederhana.

"Saya ingin mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, jadi saya coba ganti praktiknya menjadi cara menyetrika dan melipat baju," ujarnya kepada Wolipop.

Sebelum praktik, siswa dibekali teori tentang keselamatan dan teknik menyetrika yang benar. Agustin mengaku kaget sekaligus kagum melihat kemampuan murid-muridnya.

"Ada anak yang sama sekali belum pernah menyentuh setrika, ada yang sudah ahli. Semuanya diapresiasi dan diajarkan sesuai proporsinya," terangnya.

>>> CD Projekt Red Manager: Karakter Baru Cyberpunk Edgerunners Season 2 Sangat Relatable

Unggahan Agustin mendapat banyak pujian dari netizen.

Banyak yang berterima kasih karena dianggap telah memutus rantai patriarki dan mengajarkan tugas rumah tangga untuk semua gender.

Namun, ada juga komentar kontra yang mengaitkan praktik ini dengan beban gender. Agustin menegaskan bahwa basic life skill tidak ada hubungannya dengan pernikahan atau pembagian gender.

"Basic life skill itu untuk bertahan hidup secara mandiri. Fokusnya untuk diri sendiri, karena yang bersama kita seumur hidup adalah diri kita sendiri," tegasnya.

>>> Teori Crossover GTA 6 dan Red Dead Redemption 2 Kembali Mencuat

Agustin berharap masyarakat bisa fokus pada hal-hal baik yang berdampak jangka panjang bagi anak. Ia ingin keterampilan seperti menyetrika, menyapu, dan mengepel dikuasai semua anak tanpa memandang gender.