Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengakhiri gencatan senjata dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7/2026).

"Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir. Hanya membuang waktu berurusan dengan mereka," ujar Trump seperti dilansir AFP.

>>> Ramalan Zodiak 9 Juli: Libra Harus Sabar, Sagitarius Abaikan Gunjingan

Keputusan ini diambil setelah AS melancarkan serangan terbaru terhadap Iran.

Militer AS mengaku telah menghantam lebih dari 80 target terkait Iran dalam operasi yang disebut sebagai "serangan dahsyat untuk memberikan dampak berat".

Serangan AS menyasar pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal, jaringan komando, dan kapal-kapal militer Iran. Tindakan itu merupakan balasan atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Iran pun membalas dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Eskalasi ini menandai berakhirnya kesepakatan damai yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni lalu.

Trump Tuding Iran Ingkar Janji

Trump menuduh Iran memutarbalikkan isi kesepakatan gencatan senjata. Ia menyebut Teheran sebagai pembohong karena mengingkari poin soal senjata nuklir.

>>> Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit Tampil Perdana Usai Transplantasi Paru

"Semua orang setuju, tidak ada senjata nuklir. Kita membuat kesepakatan.

Mereka keluar, bercanda kepada pers, mereka mengatakan kita bahkan tidak pernah membicarakannya," ujar Trump.

Trump menyatakan terserah Iran jika ingin kembali ke meja perundingan. Ia akan berbicara dengan negosiator AS Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner soal langkah selanjutnya.

Pasar minyak dunia langsung bereaksi keras atas pecahnya kembali konflik ini.

>>> Cara Menyelesaikan Teka-Teki Patung Black Flag Resynced

Harga minyak mentah Brent North Sea melonjak 5,3 persen menjadi USD78,09 per barel, sementara West Texas Intermediate naik 5,4 persen menjadi USD74,23 per barel.