Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah melakukan kesalahan penyebutan dalam konferensi pers di sela-sela KTT NATO.

Dalam kesempatan itu, Trump secara keliru menyebut Republik Islam Iran sebagai 'Republik Islam Jepang'.

>>> Apa Itu B50, BBM Baru yang Akan Diluncurkan Prabowo Hari Ini?

Insiden tersebut terjadi saat Trump berbicara tentang kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, dan serangan rudal yang dialami kapal tersebut beberapa bulan lalu.

"Kita memiliki kapal induk yang merupakan salah satu yang terindah di dunia, salah satu yang terbesar, Abraham Lincoln," kata Trump pada Rabu (8/7) seperti dikutip USA Today.

"Dan beberapa bulan yang lalu, seperti yang saya ceritakan sebelumnya, kita dihujani 111 rudal oleh Republik Islam Jepang," lanjutnya.

Trump kemudian melanjutkan bahwa ratusan rudal tersebut ditembakkan ke kapal induk Washington selama satu jam, namun semuanya berhasil dicegat.

>>> Viral Tren 'Slow Jogging', Apa Saja Manfaatnya bagi Tubuh?

Pada akhir Februari lalu, AS bersama Israel terlibat konflik dengan Iran.

Iran mengaku telah menyerang USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik, namun militer AS mengeklaim tidak satu pun rudal yang mengenai kapal induk tersebut.

Pusat Komando AS (CENTCOM) menyatakan bahwa Lincoln tidak terkena dan terus meluncurkan pesawat untuk mendukung kampanye melawan rezim Iran.

Sementara itu, AS memiliki hubungan sekutu yang erat dengan Jepang.

>>> 11 Pemain Persib Dipanggil Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Hubungan militer kedua negara telah terjalin hampir 75 tahun, dengan perjanjian pertahanan bersama dan sekitar 60.000 tentara AS ditempatkan di Jepang.