Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, tanpa membawa hasil yang diharapkan.

Negara-negara sekutu di Eropa enggan memberikan dukungan terhadap konflik AS melawan Iran.

>>> Celah Keamanan Backdoor pada Router Tenda, Waspada Akun Dibobol

Menurut laporan CNBC, Trump meninggalkan pertemuan puncak pada Rabu (8/7) tanpa pengumuman komitmen aliansi untuk membantu mengatasi ketegangan di Timur Tengah.

Trump Kecam NATO karena Tak Mau Bantu Hadapi Iran

Selama dua hari di Ankara, Trump menyuarakan kekecewaannya terhadap NATO yang dinilainya enggan terlibat dalam konflik Iran.

"Saya tidak senang dengan NATO, karena mereka tidak mau membantu kami menghadapi negara sponsor teror nomor satu, yaitu Iran," kata Trump saat tampil bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Trump berulang kali menekankan bahwa AS sebenarnya tidak membutuhkan bantuan dari NATO, namun permintaannya terkait Iran merupakan ujian loyalitas.

"Saya benar-benar sedang menguji, saya ingin melihat apakah mereka akan hadir atau tidak," ujar Trump pada Rabu (8/7).

Menurut Trump, negara-negara Eropa telah gagal dalam ujian tersebut.

Ia pun melontarkan ancaman akan mengurangi jumlah pasukan AS yang ditempatkan di Eropa, bahkan menarik AS sepenuhnya dari aliansi pertahanan yang telah berusia 77 tahun itu.

Para pemimpin NATO, terutama Rutte, berusaha menenangkan Trump dengan memuji Presiden AS dan negaranya.

>>> Fakta-fakta Penggeledahan Maraton Polisi di Cipete hingga Sentul

AS merupakan anggota paling kuat dalam aliansi tersebut, dan dukungan berkelanjutan AS sangat penting bagi efektivitas Pasal 5 yang menyatakan serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Ketika ditanya wartawan mengenai kesediaan AS membantu negara-negara Eropa jika diserang, Trump memberikan jawaban tidak langsung.