Alasan Aneh AS Serang Iran Lagi, Disebut Tanpa Tunggu Klarifikasi
Amerika Serikat kembali meluncurkan serangan terhadap Iran di wilayah selatan atau sekitar Selat Hormuz.
Pusat Komando Militer AS (US Centcom) menegaskan serangan tersebut sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal dagang sekutu AS di dekat Selat Hormuz.
>>> Anomali Harga Mobil Listrik Baru di Jepang Cuma Rp60 Jutaan
"Serangan Amerika Serikat merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz.
Agresi yang ditunjukkan Iran sama sekali tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata," demikian pernyataan CENTCOM di X seperti dikutip Al Jazeera.
Sebelumnya, Saudi menuduh Iran melakukan serangan ke kapal tanker minyak milik negara itu dan Qatar saat sedang transit sebelum melewati Selat Hormuz.
"Serangan-serangan ini merupakan serangan terhadap keamanan navigasi internasional dan pasokan energi global," pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi usai serangan tersebut.
Meski demikian, tak ada pernyataan resmi dari Iran maupun Korps Garda Revolusi Iran terkait insiden serangan terhadap kapal-kapal tanker di Teluk Persia.
Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya, mengklaim bahwa sebuah kapal tanker minyak Qatar menjadi sasaran setelah mengabaikan peringatan berulang kali dari pasukan Iran saat melintasi Selat Hormuz dengan dukungan Angkatan Laut AS.
>>> OJK Dukung Perpanjangan Tenor SAL untuk Ekspansi Kredit
AS kemudian merespons klaim tersebut dengan melancarkan serang ke sejumlah area yang menjadi fasilitas militer di Iran.
Centcom mengklaim telah menghancurkan 80 target yang merupakan fasilitas penting Teheran termasuk di Pulau Kharg dan Pulau Qashem di Selat Hormuz.
Tindakan dan alasan AS untuk segera menyerang Iran itu pun disebut sejumlah pihak cukup aneh karena tanpa jeda lagi memastikan pernyataan resmi dari Teheran.
Terlebih, Iran masih menggelar rangkaian prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei hingga Jumat (9/7).
Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan kekesalannya dan menyatakan nota kesepahaman dengan Iran bakal dibatalkan.
Trump menyebut Iran sebagai "bajingan," "orang-orang jahat dan sakit", karena kesepakatan awal untuk perdamaian dengan Teheran bakal runtuh.
>>> Kortas Tipidkor Sita Rp67,2 Miliar dan Emas 74 Kg dari Penggeledahan di Cipete dan Sentul
Dilansir CNN, saat berbicara di pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Turki, Trump menyebut Iran sebagai "pemain kotor" karena menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan melanggar gencatan senjata.
Update Terbaru
Khutbah Jumat 10 Juli 2026: Mengakhiri Muharram dengan Taubat, Menyambut Safar Tanpa Mitos
Kamis / 09-07-2026, 10:13 WIB
Jake Bennett Amankan Tempat di Rotasi Red Sox Berkat Penampilan Impresif
Kamis / 09-07-2026, 10:00 WIB
Pemirsa Fox News Kritis pada Kellyanne Conway soal Komentar Kandidat
Kamis / 09-07-2026, 10:00 WIB
Indiana Fever dan Caitlin Clark Bantah Terlibat dalam Desakan Investigasi Kongres ke WNBA
Kamis / 09-07-2026, 09:59 WIB
Justin Baldoni Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Blake Lively
Kamis / 09-07-2026, 09:59 WIB
Kebakaran Hutan Tutup Interstate 90 dan Evakuasi Warga Vantage
Kamis / 09-07-2026, 09:58 WIB
Momen Veda Ega Juara di Sachsenring, Joget Aura Farming
Kamis / 09-07-2026, 09:53 WIB
Scoot Hias Dua Pesawat dengan Tema Spider-Man Sambut Film Baru
Kamis / 09-07-2026, 09:53 WIB
Tarif TransJakarta Naik, Skema Langganan Rp200 Ribu Jadi Alternatif
Kamis / 09-07-2026, 09:49 WIB
Takeru Satoh Bergabung dalam Film Kungfu Soccer Garapan Stephen Chow
Kamis / 09-07-2026, 09:49 WIB
Cara Lewatkan Waktu di Black Flag Resynced
Kamis / 09-07-2026, 09:49 WIB
Serangan Baru AS, 7 Rudal Hantam Jembatan Kereta Iran
Kamis / 09-07-2026, 09:49 WIB
5 Fakta Jelang Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
Kamis / 09-07-2026, 09:49 WIB
Kapal Pertamina Pride Berhasil Keluar dari Selat Hormuz dengan Selamat
Kamis / 09-07-2026, 09:49 WIB







