Iran mengultimatum Amerika Serikat akan memberi hukuman yang sangat berat menyusul serangan terbaru AS ke negaranya di tengah gencatan senjata pada Selasa (7/7) dan Rabu (8/8).

Juru bicara Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, mewanti-wanti akan memusnahkan tentara AS yang berani menginvasi negaranya.

>>> Prancis Kudu Lebih Efisien karena Maroko Bukanlah Paraguay

Ancaman itu menyusul pernyataan terbaru Presiden Donald Trump yang mengancam mau menginvasi Pulau Kharg.

Menanggapi ancaman Trump yang disampaikan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Rezaei menulis bahwa "tidak akan ada satu pun tentara Amerika yang pulang dalam keadaan hidup".

"Tidak akan ada satu pun tentara Amerika yang pulang dalam keadaan hidup. Silakan datang, kami menunggu kalian," tulis Rezaei seperti dikutip Al Jazeera.

Selain Rezaei, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, turut bersumpah bahwa negaranya akan membalas serangan terbaru AS dengan lebih berat.

>>> Weton Kamis Pahing Tibo Lungguh: 9 Juli 2026 Dipercaya Bawa Keberuntungan

Melalui akun X, tangan kanan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei itu mengunggah sebuah ayat Al Quran yang berbunyi: "Maka barang siapa menyerang kamu, seranglah dia dengan cara yang sama sebagaimana ia menyerang kamu."

"Musuh yang menjadi agresor beserta para kaki tangannya akan menerima hukuman yang sangat berat," kata Rezaee.

AS kembali melancarkan rentetan serangan udara ke selatan Iran pada Selasa dan Rabu dengan dalih konsekuensi bagi Teheran lantaran masih menyerang kapal-kapal komersil di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.

>>> 4 Sampo Terbaik Atasi Kulit Kepala Gatal Tanpa Bikin Rambut Kering

Iran marah dan menegaskan AS telah jelas-jelas melanggar gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) kedua negara yang baru diteken pada Juni lalu untuk mengakhiri perang yang pecah sejak Februari lalu.