Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan nota kesepahaman (MoU) dengan Iran sudah berakhir. Ia menyebut kesepakatan itu hanya membuang-buang waktu.

Pernyataan itu disampaikan Trump di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara pada Rabu (8/7). "Buat saya itu sudah berakhir," ujarnya seperti dikutip Al Jazeera.

>>> Akhir Sebuah Era: Skuad Inti Piala Dunia 2026 Tertua Sepanjang Sejarah

Trump juga menambahkan, "Itu cuma menghabiskan waktu membuat kesepakatan dengan mereka." Pernyataan ini muncul di tengah serangan AS ke militer Iran di Selat Hormuz.

Isi MoU dan Pelanggaran yang Dituduhkan Iran

MoU AS-Iran ditandatangani pada awal Juni tanpa tatap muka. Kesepakatan itu mencakup penghentian pertempuran dari seluruh front dan janji tidak memulai serangan dalam bentuk apa pun.

Kedua negara diberi waktu 60 hari untuk bernegosiasi guna mengakhiri perang. Namun, Iran melalui Kedutaan Besarnya di Jepang menyatakan AS "terus berupaya melemahkan MoU."

Kedutaan Iran menyebut tindakan AS menciderai poin ke-5 MoU yang memberikan Iran kendali atas Selat Hormuz.

Washington juga dinilai melakukan hal serupa seperti di Lebanon yang melanggar poin pertama MoU.

>>> Burger Daging Belut di Jepang Tembus Rp650 Ribu

"Kesabaran Iran atas tindakan AS semakin menipis. AS sudah benar-benar salah perhitungan dan pengaruh geopolitik bukanlah keistimewaan," lanjut pernyataan Kedutaan Iran.

Pandangan Pengamat: Pernyataan Trump Belum Tentu Nyata

Direktur Arab Perspective Institute Zeidon Alkinani menilai pernyataan Trump belum tentu menjadi tindakan nyata. Menurutnya, Trump adalah sosok yang sangat tidak biasa dalam sejarah politik dunia.

"Terjadi transformasi besar-besaran, transformasi yang surealis dalam bahasa dan retorika diplomasi," kata Alkinani kepada Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa rakyat Iran menyadari Trump adalah orang yang sangat reaksioner.

Alkinani mencontohkan Trump pernah menyerukan perubahan rezim dan enggan bernegosiasi dengan Iran, namun akhirnya lunak dan bersedia ke meja perundingan.

Trump juga berulang kali mengancam akan menggempur Iran, tetapi ancaman itu hanya gertakan.

>>> Menelusuri Nama Sunda dan Jawa Barat, dari Zaman Es hingga Kemerdekaan

Iran di sisi lain sudah hafal sikap Trump. Teheran menegaskan tidak akan mau bernegosiasi jika AS terus mengancam.