Rentetan ledakan kembali terdengar di sejumlah kota pesisir selatan Iran pada Rabu (8/7) malam, menyusul gelombang serangan udara terbaru Amerika Serikat.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan suara beberapa ledakan terdengar di Bandar Abbas dan Sirik sekitar pukul 23.15 waktu setempat.

>>> Teleskop Webb Temukan Bulan Kecil Baru di Antara Cincin Uranus

Fars juga menyebut sistem pertahanan udara Iran sedang menghadapi sasaran musuh di kawasan yang sama.

Kantor berita Mehr turut melaporkan ledakan di Bandar Abbas, serta di kota pesisir selatan Konarak dan Chabahar.

Ledakan juga terdengar di kota Bushehr, lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr milik Iran.

Wakil Gubernur Provinsi Bushehr mengatakan dua proyektil AS menghantam sebuah pangkalan militer di selatan Bushehr, namun belum ada laporan korban jiwa.

Nournews, kantor berita yang berafiliasi dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menyatakan fasilitas nuklir tersebut tidak mengalami kerusakan.

>>> Kalah di PTUN, Menteri HAM Natalius Pigai Diperintahkan Kembalikan Jabatan Anak Buahnya

Sementara itu, kota pelabuhan Chabahar di selatan Iran mengalami pemadaman listrik setelah serangan udara AS.

Islamic Republic News Agency (IRNA) melaporkan sekitar 10 ledakan terdengar di Chabahar dan Konarak, dan listrik padam di beberapa bagian Kota Chabahar.

Lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, melaporkan Rumah Sakit Imam Ali di Chabahar terkena serpihan, serta dua dermaga dan sebuah menara pengawas lalu lintas maritim turut menjadi sasaran.

Proyektil juga menghantam Pulau Abu Musa di Teluk Persia, dekat Selat Hormuz, serta wilayah Sirik dan Jask.

Menurut akun Telegram yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Kota Iranshahr di pedalaman Iran juga menjadi sasaran, dengan ledakan di terminal dan landasan pacu bandara.

>>> Polisi Geledah Kafe di Cipete Terkait Dugaan Korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel

Serangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS kemungkinan besar akan menyerang Iran malam itu.