Viral Tren 'Slow Jogging', Apa Saja Manfaatnya bagi Tubuh?

Sebuah tren bernama slow jogging tengah viral dan ramai dibicarakan di media sosial. Tren ini populer di Korea Selatan dan mulai menarik perhatian banyak orang.
Berbeda dengan lari pada umumnya yang melelahkan, slow jogging justru dilakukan dengan sangat lambat. Kecepatannya hanya sekitar 3-5 kilometer per jam, hampir setara dengan jalan kaki santai.
>>> 11 Pemain Persib Dipanggil Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
Teknik ini dikembangkan oleh Profesor Hiroaki Tanaka dari Fukuoka University. Slow jogging memprioritaskan kenyamanan dan kenikmatan, bukan kecepatan atau intensitas.
Manfaat Slow Jogging
Meski terlihat sepele, slow jogging memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Ahli kardiovaskular Tamanna Singh dari Cleveland Clinic mengatakan, berlari pelan dapat memberikan perubahan aerobik yang luar biasa.
Manfaat slow jogging meliputi meningkatkan daya tahan tubuh, membantu persendian dan tulang beradaptasi, menyempurnakan bentuk tubuh, menguatkan otot, serta memperkuat jantung dan paru-paru.
Dengan rutin melakukan slow jogging, stamina dan ketahanan tubuh terhadap rasa lelah dapat meningkat.
Hal ini terjadi karena peningkatan fungsi mitokondria yang memproses oksigen dan mengubah makanan menjadi energi.
>>> Meta Perbarui Keamanan Kacamata Pintar, Kamera Mati Otomatis Jika Lampu Indikator Dirusak
Singh menambahkan, berlari santai juga membantu mengembangkan jaringan kapiler atau pembuluh darah kecil. Ini meningkatkan pengiriman oksigen ke otot.
Karena kecepatannya mirip jalan cepat, manfaat slow jogging juga serupa.
Sebuah studi longitudinal membandingkan pelari dan pejalan kaki, dan menemukan bahwa jalan cepat dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.
Studi lain dalam American Journal of Preventive Medicine menunjukkan, jalan cepat selama 15 menit setiap hari menurunkan angka kematian dini hampir 20 persen.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang berjalan lambat.
>>> Iran Ancam Trump: Tak Ada Satu Pun Tentara AS Akan Pulang Hidup-hidup
Jadi, tidak ada salahnya mencoba tren slow jogging. Sepelan apa pun kecepatan lari, tetap memberikan manfaat untuk tubuh.
Update Terbaru
Brooke Shields Kecam Kreator South Park soal Sengketa Buruh Restoran
Kamis / 09-07-2026, 09:00 WIB
Chicago Cubs Kalahkan Baltimore Orioles Berkat Penampilan Gemilang Matthew Boyd
Kamis / 09-07-2026, 09:00 WIB
Blake Lively Klaim Biaya Hukum Rp128 M, Justin Baldoni Beri Respons
Kamis / 09-07-2026, 08:59 WIB
AppleTV Thriller Maximum Pleasure Guaranteed Tayangkan Episode Kedua Terakhir
Kamis / 09-07-2026, 08:59 WIB
Cardinals Tunjuk McGreevy Hentikan Laju Kemenangan Brewers
Kamis / 09-07-2026, 08:58 WIB
Rupiah di Rp18 Ribu: Analis Proyeksi Volatil hingga Akhir Tahun
Kamis / 09-07-2026, 08:49 WIB
Polisi Buru Terduga Pembunuh Sekdin Bangkalan ke Sejumlah Daerah
Kamis / 09-07-2026, 08:49 WIB
Momen Prancis Hajar Maroko 2-0 di Piala Dunia
Kamis / 09-07-2026, 08:49 WIB
3 Efek Serius Jam Tidur Berantakan yang Tak Boleh Diabaikan
Kamis / 09-07-2026, 08:49 WIB
Alasan Aneh AS Serang Iran Lagi, Disebut Tanpa Tunggu Klarifikasi
Kamis / 09-07-2026, 08:49 WIB
Anomali Harga Mobil Listrik Baru di Jepang Cuma Rp60 Jutaan
Kamis / 09-07-2026, 08:48 WIB
OJK Dukung Perpanjangan Tenor SAL untuk Ekspansi Kredit
Kamis / 09-07-2026, 08:48 WIB
Kortas Tipidkor Sita Rp67,2 Miliar dan Emas 74 Kg dari Penggeledahan di Cipete dan Sentul
Kamis / 09-07-2026, 08:48 WIB
Strategi Percepatan Pemulihan Sawah di Aceh Timur untuk 1.500 Petani
Kamis / 09-07-2026, 08:43 WIB







