Pemerintah daerah bersama petani di Aceh Timur tengah menyusun strategi percepatan pemulihan lahan sawah. Targetnya, 1.500 petani bisa mulai menanam pada Juli 2026.

Langkah ini diambil untuk mengembalikan produktivitas pertanian pasca-bencana atau kerusakan lahan. Pemulihan yang cepat diharapkan dapat mendongkrak kembali hasil panen.

>>> Persebaya Lebih Awal Umumkan Skuad Sambut Musim Baru

Langkah Solutif Pemulihan Sawah

Salah satu strategi utama adalah normalisasi irigasi dan perbaikan saluran air. Dengan irigasi yang lancar, lahan sawah dapat segera diolah kembali.

Selain itu, pemerintah akan menyediakan bantuan benih dan pupuk bersubsidi. Hal ini untuk memastikan petani memiliki modal awal yang cukup saat musim tanam tiba.

Pendampingan teknis dari penyuluh pertanian juga akan diperkuat. Petani akan dibimbing dalam teknik pengolahan lahan yang tepat agar hasil panen optimal.

>>> Prancis vs Maroko: Dendam Kesumat Singa Atlas Belum Tuntas

Program padat karya tunai direncanakan untuk membersihkan lahan dari sisa-sisa kerusakan. Ini sekaligus memberikan penghasilan tambahan bagi petani selama masa pemulihan.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian modern. Traktor dan pompa air akan disediakan untuk mempercepat pengolahan lahan.

>>> Trump Pulang Tangan Kosong usai 'Dijauhi' Sekutu di KTT NATO

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan target tanam Juli 2026 dapat tercapai. Produktivitas sawah di Aceh Timur pun bisa kembali normal.