Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan baru terhadap Iran pada Rabu (8/7).

Ia memperingatkan akan ada konsekuensi yang jauh lebih buruk jika Teheran terus menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

>>> Update Ranking FIFA: Argentina Digusur Prancis dari Puncak

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan di sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan negara itu. Hal ini terjadi setelah Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengumumkan gelombang baru serangan.

Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, suara pesawat tempur terdengar di atas Pulau Kish.

Ledakan mengguncang kota-kota pelabuhan Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar, dan sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik.

"Malam ini kami akan menghantam mereka dengan keras. Mereka melanggar perjanjian setiap hari," kata Trump di sela-sela KTT NATO di Ankara.

Melalui media sosial, Trump menegaskan alasan AS melancarkan serangan terbaru di tengah gencatan senjata. "Ini adalah balasan atas pengeboman kapal-kapal oleh Iran kemarin.

Jika itu terjadi lagi, akibatnya akan jauh lebih buruk!" tulisnya di Truth Social.

CENTCOM menyatakan serangan tersebut bertujuan melemahkan kemampuan pasukan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

>>> KPAI Sorot Perbudakan Modern di Balik Eksploitasi Anak Cibitung-Tamansari

Jalur ini setiap harinya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

"Amerika Serikat meminta Iran mempertanggungjawabkan tindakan agresi terbarunya yang tidak dapat dibenarkan terhadap pelayaran komersial," tulis CENTCOM di X.

Sebelum memerintahkan serangan terbaru, Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Pakistan, Qatar, dan PBB menyerukan deeskalasi.

Selat Hormuz tetap menjadi titik paling sensitif dalam konflik Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari. Saat itu, serangan gabungan AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sejak serangan tersebut, Teheran bersikeras mengendalikan Selat Hormuz dengan mengenakan biaya bagi kapal yang melintas dan mengancam akan menyerang kapal yang keluar dari jalur pelayaran yang ditetapkannya.

Dalam beberapa hari terakhir, militer Iran menyerang sedikitnya tiga kapal.

>>> Mousepad Star Fox Resmi Nintendo: Murah tapi Mengecewakan

Hal itu memicu serangan besar-besaran AS terhadap target-target Iran pada Selasa, disusul serangan balasan Iran terhadap sejumlah negara Teluk.