Catatan disiplin Taylor Parker di balik jeruji besi tampak sangat tipis. Satu-satunya laporan pelanggaran yang tercatat terkait dengan pilihan tempat tidurnya.

Menurut dokumen penjara yang diperoleh TMZ, Parker dilaporkan setelah diduga menolak perintah langsung dari petugas pemasyarakatan.

>>> Mostafa Zico Menangis Usai Didepak Argentina: Wasit Rampok Kerja Keras Bangsa Mesir

Laporan insiden menyebutkan petugas memerintahkan Parker untuk berhenti tidur di lantai menggunakan kasurnya. Namun, menurut catatan, Parker "gagal mematuhi perintah" tersebut.

Menariknya, insiden ini merupakan satu-satunya pelanggaran yang dituduhkan kepadanya.

Tidak ada tuduhan kekerasan, ancaman, perkelahian, kepemilikan barang terlarang, atau perilaku mengganggu lainnya yang terkait dengan laporan tersebut.

Hal itu menjadikan Parker sebagai narapidana yang tampaknya patuh. Perlu dicatat, laporan pelanggaran mencerminkan catatan petugas tentang dugaan pelanggaran aturan, bukan tuduhan pidana.

>>> Bruno Fernandes Yakin Portugal Bisa Juara Piala Dunia Tanpa Cristiano Ronaldo

Seperti diberitakan sebelumnya, jaksa menuduh Taylor membunuh temannya Reagan Simmons-Hancock yang sedang hamil lebih dari 8 bulan. Bayi Reagan dikeluarkan secara paksa melalui operasi caesar darurat.

Jaksa mengatakan Taylor berencana menjadikan bayi Reagan sebagai anaknya sendiri setelah berpura-pura hamil selama berbulan-bulan. Bayi yang dicuri itu dinyatakan meninggal tak lama setelah polisi menangkap Taylor.

Rekaman kamera tubuh yang baru muncul kembali menunjukkan terpidana pembunuh itu di dalam rumah sakit Oklahoma, dengan putus asa mencoba meyakinkan petugas bahwa ia baru saja melahirkan, padahal sebenarnya itu adalah janin yang ia potong dari temannya yang dibunuh.

>>> Pemerintah AS Hentikan Rencana Harriet Tubman di Uang $20

Taylor dihukum karena pembunuhan berencana dan dijatuhi hukuman mati. Ia masih menunggu tanggal eksekusinya dan menjadi wanita termuda di hukuman mati Texas.