Kemenkes dan BPOM Soroti Risiko Hidden Sugar Penyebab Diabetes
Konsumsi gula tersembunyi atau hidden sugar dari makanan dan minuman kemasan kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Banyak konsumen tidak menyadari bahwa produk yang diklaim rendah gula tetap mengandung pemanis dalam berbagai bentuk.
>>> Imigrasi Belawan Deportasi Tujuh WNA karena Langgar Aturan Keimigrasian
Ketidaktahuan ini diperparah oleh rendahnya kebiasaan masyarakat dalam membaca informasi nilai gizi.
Pemerintah sebenarnya telah mewajibkan produsen untuk mencantumkan informasi kandungan nutrisi pada setiap produk pangan olahan sejak 2019.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menjelaskan bahwa regulasi mengenai pencantuman informasi nutrisi pada makanan kemasan sudah berjalan cukup lama.
"Sekarang makanan kemasan sudah ada keterangannya, hanya masyarakat kita belum terbiasa membaca kandungan itu," katanya dalam sesi bincang detikcom leaders forum, Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gemuk, Jumat (5/6/2026).
Label Nutrisi Sering Membingungkan Konsumen
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). Penggunaan berbagai istilah pemasaran diidentifikasi sering kali membingungkan konsumen dan menyamarkan kadar gula yang sebenarnya.
Ketua BPKN Mufti Mubarok menyampaikan bahwa istilah-istilah pada label cukup menyulitkan konsumen. "Bagi kami masih seperti jebakan Batman.
Lebih mudah kalau menggunakan warna-warna yang jelas daripada istilah yang membingungkan," katanya.
Mufti Mubarok menambahkan bahwa konsumen sering kali terkecoh dengan klaim pemasaran yang terdengar sehat, padahal kandungan gula, garam, atau lemaknya masih tinggi.
Sebagai langkah solutif, pemerintah tengah merampungkan sistem pelabelan Nutri Level menggunakan indikator warna yang lebih intuitif.
Label berbasis warna hijau dan kuning ini diharapkan mempermudah publik dalam menyaring produk pangan.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar memaparkan mekanisme penyederhanaan informasi gizi tersebut. "Kalau hijau tentu lebih sehat.
Update Terbaru
MAPPA Resmi Garap Adaptasi Anime Shojo Fall in Love, You False Angels
Jumat / 19-06-2026, 18:30 WIB
Kalbar Perkuat Ekonomi Syariah Lewat RABBANI Khatulistiwa 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:30 WIB
Perodua Pangkas Harga Suku Cadang dan Jasa Servis Sepuluh Persen
Jumat / 19-06-2026, 18:30 WIB
Pakar Dorong Vaksinasi Cegah DBD di Tengah Perubahan Iklim
Jumat / 19-06-2026, 18:29 WIB
Trailer Perdana Jujutsu Kaisen Season 4 Culling Game Part 2 Dirilis
Jumat / 19-06-2026, 18:28 WIB
Samsung Rilis Pembaruan Nice Shot dengan Perbaikan UI dan Stabilitas
Jumat / 19-06-2026, 18:28 WIB
Wibmo Luncurkan ARIA, Asisten AI untuk Operasi Kejahatan Keuangan
Jumat / 19-06-2026, 18:28 WIB
WIKA Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500, Bukti Transformasi Berkelanjutan
Jumat / 19-06-2026, 18:28 WIB
Apkasindo Soroti Ganoderma dan Anjloknya Harga TBS yang Ancam Sawit Rakyat
Jumat / 19-06-2026, 18:28 WIB
BKSDA Aceh Translokasi Orang Utan Terisolir di Kebun Warga
Jumat / 19-06-2026, 18:28 WIB
Glory Harimas Sihombing Jadi Sorotan Usai Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG
Jumat / 19-06-2026, 18:25 WIB
Pemerintah Optimistis Indonesia Tetap di Kategori Emerging Market
Jumat / 19-06-2026, 18:25 WIB
KPAI Minta Pemprov DKI Tempatkan Petugas di RPTRA untuk Cegah Kekerasan Anak
Jumat / 19-06-2026, 18:24 WIB
Polri Akan Periksa Istri Frans Antoni Terkait Jaringan Fredy Pratama
Jumat / 19-06-2026, 18:24 WIB






