Kalau sudah kuning perlu hati-hati. Jadi masyarakat tidak perlu membaca informasi yang terlalu rumit, cukup melihat label sederhananya," ujarnya.

>>> Olahraga Urban: Antara Kebugaran dan Validasi Digital

in1

Berdasarkan data kesehatan, mayoritas warga Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap konsumsi makanan atau minuman manis. Kebiasaan ini berkontribusi langsung pada lonjakan angka penyakit tidak menular.

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, menjelaskan bahwa sekitar 60 persen masyarakat Indonesia masih mengonsumsi makanan atau minuman manis setiap hari, mengacu pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

"Yang jadi masalah adalah masyarakat Indonesia masih rendah kesadarannya untuk melihat nutrition facts," ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk membatasi konsumsi sukrosa atau gula tambahan agar tidak melebihi ambang batas aman lima sendok makan per hari.

"Yang perlu diwaspadai terkait batas 5 sendok makan tadi, adalah sukrosanya," jelas dr Laurencia.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa tingginya asupan kalori dari pemanis yang tidak diimbangi dengan pergerakan tubuh menjadi pemicu utama meroketnya kasus diabetes.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjabarkan pentingnya menjaga keseimbangan energi.

"Yang penting sebenarnya keseimbangan antara asupan dan aktivitas. Generasi sekarang aktivitas fisiknya makin kurang karena semuanya serba mudah," kata Nadia.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya informasi di label pangan, masyarakat bisa mengatur dan membatasi asupan mereka sendiri.

Selain memantau total gram gula, pemilihan jenis pangan berdasarkan kecepatan tubuh dalam memproses karbohidrat juga sangat disarankan.

"Kalau makanan sangat manis, mudah dikunyah, dan cepat dicerna, biasanya indeks glikemiknya lebih tinggi. Sementara makanan yang perlu dikunyah lebih lama umumnya lebih rendah," kata dr Laurencia.

Ia mengingatkan kembali esensi dari pengendalian porsi makan. "Semua yang berlebihan tidak baik.

>>> Itera Resmikan Taman Cendawan sebagai Pusat Riset Biodiversitas Jamur

Jadi indeks glikemik dijaga, jumlah konsumsinya juga harus dijaga," pungkasnya.