Pemprov NTB Jamin Regulasi Ramah Investor untuk Industri Udang
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjamin kebijakan yang ramah investor untuk mendukung pengembangan industri udang. Langkah ini diambil guna meningkatkan nilai tambah bagi sektor perikanan daerah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pihaknya ingin menjadikan NTB sebagai provinsi ramah investor. Namun, hal itu tetap harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
>>> Apple Peringatkan Harga iPhone Mendatang Berpotensi Makin Mahal
"Saya bisa berikan jaminan empat tahun ke depan kami tidak membuat regulasi yang tidak ramah investor di tingkat provinsi," ujar Iqbal dalam diskusi hilirisasi industri tambak udang di Mataram, Jumat.
Iqbal mengatakan investasi yang sehat harus memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, manfaat bagi masyarakat, dan menjamin keberlanjutan ekosistem.
Ia memastikan pemerintah daerah menjaga stabilitas kebijakan dan menghindari regulasi yang menghambat dunia usaha.
"Kami tidak ingin dapat uang sekarang, tapi besok semua mati karena lingkungan rusak. Kami ingin tambak bisa berdampingan dengan pariwisata," tegas Iqbal.
Pemerintah NTB terus mendorong hilirisasi agar hasil perikanan dapat diolah dan diekspor langsung dari daerah.
>>> PDPOTJI Imbau Masyarakat Periksa Izin Edar BPOM Sebelum Beli Produk Herbal
Dengan demikian, penerimaan ekonomi bagi NTB dapat diperbesar tanpa harus menjual produk secara mentah.
Dukungan Konkret untuk Investasi
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah konkret. Langkah itu meliputi penyiapan studi kelayakan dan dokumen perencanaan teknis untuk hilirisasi udang.
Pemerintah juga siap memfasilitasi lahan, termasuk potensi 100 hektare di Bandara Lombok. Selain itu, tim terpadu akan segera dibentuk untuk mempercepat proses perizinan investasi.
Pada 2025, NTB memproduksi udang vaname sebanyak lebih dari 198 ribu ton. Jumlah produksi yang melimpah itu menjadi modal kuat untuk pengembangan industri pengolahan udang.
Ketua Umum Shrimp Club Indonesia Andi Tamsil menilai kepastian regulasi menjadi kebutuhan utama pelaku usaha saat berinvestasi di NTB.
>>> PWNU Jateng dan DIY Tolak Pembatasan Anggota Ahwa Menjelang Muktamar ke-35
Ia menekankan benur harus bersertifikat bebas penyakit dan penggunaan antibiotik terlarang harus dihindari agar produk udang NTB diterima di pasar internasional.
Update Terbaru
Rusia Klaim Temukan Bukti Baru Pengembangan Senjata Biologis Ukraina
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Dokter: Bayi Prematur Lebih Berisiko Alami Gangguan Ginjal
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru, Target Juara Musim 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Kepala BNPB Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sulteng, Bantuan Disalurkan
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Suporter Meksiko dan Korea Selatan Tunjukkan Kehangatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Kate Middleton Hadiri Royal Ascot 2026 dengan Gaun Kuning Lemon Daur Ulang
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Hyundai Kona Generasi Ketiga Hadir dengan Desain Kotak pada 2028
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Lenovo ThinkPad Siap Hadapi Kondisi Ekstrem Berkat Standar Militer dan AI
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Studi: Makanan Ultra-Olahan pada Balita Turunkan IQ Anak
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Sinopsis Speed Racer, Bioskop Trans TV 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
OPPO Reno16 Pro Series Hadir dengan Model Pro Mini dan Reno16c di India
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Samsung Umumkan Peluncuran Galaxy M47 di India, Tampilkan Teaser Perdana
Jumat / 19-06-2026, 18:05 WIB
Ragi Kuno Ötzi Berhasil Dihidupkan dan Digunakan untuk Membuat Roti
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB
Bittime: Revisi UU PPSK Perkuat Ekosistem Industri Kripto RI
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB






