5 Makanan Alami Pengganti Suplemen untuk Tubuh
Banyak orang terbiasa mengonsumsi suplemen untuk menjaga kesehatan. Namun, pemenuhan zat gizi melalui makanan alami dinilai lebih baik dan efektif bagi penyerapan tubuh.
Suplemen pada dasarnya dirancang sebagai pelengkap nutrisi, bukan pengganti makanan utama. Ahli gizi Melisa P.
>>> Ghana Tekuk Panama 1-0 Lewat Gol Caleb Yirenkyi di Piala Dunia 2026
Danho, MPH, RDN, LD mengungkapkan bahwa tubuh lebih mampu menyerap nutrisi dari makanan padat dibanding suplemen terkonsentrasi.
Lima Makanan Kaya Nutrisi
Kuaci atau biji bunga matahari merupakan camilan kaya gizi. Dalam seperempat cangkir kuaci tanpa garam, terdapat 80% vitamin E, 25% magnesium, dan 11% serat.
Kandungan lemak tak jenuh, protein, serat, vitamin E, dan mineral dalam kuaci berfungsi menjaga kesehatan jantung, memperbaiki jaringan, serta menangkal radikal bebas.
Konsumsi kuaci sebaiknya dibatasi dalam porsi wajar karena kalorinya tinggi.
Buah dan sayuran segar mengandung fitokimia yang mendukung pertahanan tubuh.
Tomat memiliki likopen yang melindungi dari risiko kanker dan penyakit jantung, sementara antosianin dalam buah beri memperlambat penuaan sel.
Bawang mengandung alisin yang membantu melawan tumor.
>>> Promotor Tambah Hari Konser BTS Arirang di Jakarta Jadi Tiga Hari
Ahli gizi Debbie Petitpain, MBA, RDN menjelaskan bahwa kombinasi vitamin dan antioksidan dalam buah serta sayur bekerja mirip suplemen B-kompleks.
Ikan berlemak seperti salmon, trout, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3 dan protein berkualitas tinggi. Lemak alami ini membantu penyerapan nutrisi berjalan lebih efektif.
Sebagai alternatif, sumber protein tanpa lemak juga bisa diperoleh dari kacang-kacangan, tahu, dan telur yang menyediakan zat besi, seng, vitamin B12, selenium, hingga magnesium.
Walnut merupakan kacang pohon dengan kandungan omega-3 tinggi. Berbeda dari suplemen kemasan, walnut juga dilengkapi serat dan protein yang memberikan efek kenyang lebih lama.
Selain omega-3, walnut diperkaya antioksidan polifenol, vitamin E, magnesium, dan protein nabati. Batasi konsumsi sekitar 28 gram atau 7 hingga 10 butir per hari.
Beras gandum atau brown rice memiliki lapisan dedak dan kumat yang kaya nutrisi pencegah penyakit. Lapisan dedak mengandung senyawa flavonoid antioksidan seperti apigenin, quercetin, dan luteolin.
>>> KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar Terkait Pemerasan WNA
Mengonsumsi flavonoid secara teratur dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Serat serta protein di dalamnya juga membantu menjaga berat badan ideal.
Update Terbaru
Rusia Klaim Temukan Bukti Baru Pengembangan Senjata Biologis Ukraina
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Dokter: Bayi Prematur Lebih Berisiko Alami Gangguan Ginjal
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru, Target Juara Musim 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 18:12 WIB
Kepala BNPB Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sulteng, Bantuan Disalurkan
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Suporter Meksiko dan Korea Selatan Tunjukkan Kehangatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Kate Middleton Hadiri Royal Ascot 2026 dengan Gaun Kuning Lemon Daur Ulang
Jumat / 19-06-2026, 18:10 WIB
Hyundai Kona Generasi Ketiga Hadir dengan Desain Kotak pada 2028
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Lenovo ThinkPad Siap Hadapi Kondisi Ekstrem Berkat Standar Militer dan AI
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Studi: Makanan Ultra-Olahan pada Balita Turunkan IQ Anak
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Sinopsis Speed Racer, Bioskop Trans TV 19 Juni 2026
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
OPPO Reno16 Pro Series Hadir dengan Model Pro Mini dan Reno16c di India
Jumat / 19-06-2026, 18:08 WIB
Samsung Umumkan Peluncuran Galaxy M47 di India, Tampilkan Teaser Perdana
Jumat / 19-06-2026, 18:05 WIB
Ragi Kuno Ötzi Berhasil Dihidupkan dan Digunakan untuk Membuat Roti
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB
Bittime: Revisi UU PPSK Perkuat Ekosistem Industri Kripto RI
Jumat / 19-06-2026, 18:04 WIB






