PT Allo Bank Indonesia Tbk tetap optimistis menjaga pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA) meskipun dihadapkan pada tren suku bunga tinggi dan persaingan likuiditas yang ketat.

Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan rasio CASA perseroan masih menunjukkan tren positif.

in1

>>> Keluarga Perlu Mempersiapkan Dana Darurat untuk Jaga Stabilitas Finansial

Nasabah memang mulai lebih sensitif terhadap imbal hasil dan cenderung menempatkan dana pada deposito.

Menurut Destya, aktivitas transaksi nasabah di platform digital menjadi penopang utama pertumbuhan dana murah.

"Bagi kami, CASA bukan semata-mata fungsi dari suku bunga, melainkan hasil dari tingkat engagement nasabah," ujarnya kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).

Ia mengakui ada pergeseran sebagian dana nasabah ke deposito seiring tingkat bunga yang masih menarik.

Namun, pergerakan tersebut dinilai masih dalam batas normal dan belum mengganggu struktur pendanaan bank.

Di tengah persaingan likuiditas yang semakin ketat, tekanan terhadap biaya dana (cost of fund) juga dirasakan Allo Bank.

Meski demikian, perseroan mengklaim masih mampu mengelola biaya dana secara disiplin melalui kombinasi pertumbuhan dana ritel, optimalisasi komposisi pendanaan, dan pengelolaan likuiditas yang lebih efisien.

>>> Dispora Batam Gandeng Aldo Pasha Permana Perkuat Kompetensi Digital Pemuda

Destya menambahkan, lingkungan suku bunga tinggi berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM). Namun, profitabilitas bank tidak hanya ditentukan oleh NIM semata.

Kualitas aset, pertumbuhan kredit yang sehat, efisiensi operasional, dan peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income) juga menjadi faktor penting.

Hingga akhir tahun, Allo Bank optimistis rasio CASA dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan secara bertahap.

Tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menawarkan bunga kompetitif, melainkan menjadikan rekening Allo Bank sebagai rekening utama nasabah untuk bertransaksi sehari-hari.

Strategi yang ditempuh tidak bertumpu pada perang bunga deposito, melainkan memperkuat ekosistem digital dan meningkatkan aktivitas transaksi nasabah.

Allo Bank berfokus memperluas penggunaan layanan pembayaran digital, QRIS, transfer, pembayaran tagihan, serta berbagai fitur yang dapat meningkatkan frekuensi interaksi nasabah dengan aplikasi.

"Kami meyakini bahwa dana murah yang paling berkualitas adalah dana yang terbentuk dari aktivitas transaksi dan loyalitas nasabah.

>>> DPR Koordinasikan Nasib Karyawan Eks Hotel Sultan Pascaeksekusi Lahan

Oleh karena itu, fokus utama kami adalah membangun engagement yang lebih dalam dan berkelanjutan," tutur Destya.