Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas di tengah kondisi geopolitik global yang memanas.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menjelaskan bahwa penyesuaian harga pasar hanya berlaku pada BBM non-subsidi seperti Pertamax.

in1

>>> Kejagung Tetapkan Glory Harimas Tersangka Korupsi Makan Bergizi

Sementara itu, tarif untuk BBM subsidi dipastikan tetap bertahan.

"Berkaitan dengan harga BBM non-subsidi, mungkin saya perlu jelaskan kembali, banyak mungkin di luar sana yang belum memahami dengan clear.

BBM ini memang jenisnya ada dua, BBM subsidi dan BBM non-subsidi. BBM subsidi kita berbicara Pertalite dan juga Solar subsidi.

Kalau untuk BBM subsidi ini dipastikan oleh Pak Presiden sesuai yang disampaikan oleh Kementerian ESDM untuk BBM subsidi Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan," kata Anggia dalam Konferensi Pers Bakom tentang Update Program Prioritas Pemerintah, kemarin.

Menurut Anggia, kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan. Pemerintah berkomitmen menjaga harga tersebut dalam situasi sesulit apa pun.

"Tujuannya untuk melindungi masyarakat rentan. Sesulit apa pun kondisi geopolitik luar sana, ini yang terus dijaga," ujarnya.

Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Tidak Terhindarkan

Di sisi lain, penyesuaian harga tidak bisa dihindari untuk BBM non-subsidi.

Sejumlah badan usaha milik negara maupun swasta sempat menahan harga Pertamax dan sejenisnya selama beberapa bulan saat harga minyak dunia melonjak.

Memasuki Juni 2026, harga komoditas non-subsidi tersebut akhirnya mengalami kenaikan. "Kalau kita berbicara negara-negara kawasan di tetangga, sudah jauh lebih dulu mengalami kenaikan, penyesuaian.