Krisis kesehatan melanda wilayah konflik di Nigeria akibat wabah kolera yang menyebar cepat. Sedikitnya 90 orang meninggal dan lebih dari 12.000 warga terinfeksi di Negara Bagian Borno.

Data terbaru dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Kamis waktu setempat menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelumnya, tercatat 74 kematian dan 7.800 kasus infeksi.

in1

>>> Sarah Sechan Alami Pergeseran Rahang Akibat Kebiasaan Tidur

Wabah ini mulai merebak sejak awal Mei lalu.

Lembaga bantuan kemanusiaan kini memperkuat langkah penanganan, termasuk meningkatkan kapasitas perawatan medis, pemantauan penyakit, dan penyediaan air bersih.

Darurat Kesehatan Masyarakat

Kepala Badan Manajemen Perawatan Kesehatan Kontribusi Negara Bagian Borno, Saleh Kaza, menyebut situasi ini sebagai darurat kesehatan masyarakat yang serius.

>>> PMB Madrasah DKI Jakarta 2026 Buka Jalur Tahfidz Kuota 7 Persen

Infrastruktur kesehatan dan sistem tanggap darurat disebut kewalahan.

Lonjakan kasus dipicu oleh cuaca ekstrem yang merusak sistem pengairan. Musim hujan tahunan memperburuk kondisi sarana air bersih di pemukiman.

Sebelumnya, Nigeria Centre for Disease Control and Prevention (NCDC) telah menerbitkan peringatan dini pada April lalu.

>>> Restorasi Mangrove di Kao Maluku Utara Capai Keberhasilan 90 Persen

Status siaga tinggi diberlakukan di 10 negara bagian akibat ancaman banjir dan curah hujan lebat yang meningkatkan risiko kolera.